Morgan Stanley Prediksi Harga Emas Lanjut Cetak Rekor 2026, Bisa Tembus Berapa?
Morgan Stanley memperkirakan harga emas berpotensi menembus US$ 4.500 per troy ounce pada pertengahan 2026. Kenaikan ini diperkirakan akan didorong oleh kuatnya permintaan fisik dari exchange-traded fund (ETF) dan bank sentral, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.
Dalam riset terbarunya, Morgan Stanley menyebut pergerakan harga emas baru-baru ini sempat berada di area overbought berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI). Namun, koreksi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dinilai telah membawa harga ke level yang lebih sehat dan membuka ruang kenaikan lanjutan.
“Penurunan suku bunga akan mendukung pembelian emas melalui ETF, sementara bank sentral masih akan melanjutkan aksi beli meski dalam laju yang lebih moderat,” tulis Morgan Stanley dalam catatan yang dikutip Senin (3/11).
Selain itu, Morgan Stanley menyatakan permintaan perhiasan juga diperkirakan tetap stabil. Meski demikian, lembaga keuangan asal AS itu tetap mengingatkan adanya risiko penurunan harga, antara lain akibat potensi volatilitas yang dapat mendorong investor beralih ke aset lain, atau jika bank sentral memutuskan untuk mengurangi cadangan emasnya.
Harga Emas Tahun Ini Sudah Melonjak 54%
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak lebih dari 54% secara tahunan, mencetak sejumlah rekor tertinggi baru, termasuk puncak US$ 4.381 per ounce pada 20 Oktober. Namun sejak saat itu, harga terkoreksi sekitar 8%.
Lonjakan harga emas didorong oleh ketidakpastian geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta pembelian besar-besaran oleh bank sentral dan masuknya dana besar ke ETF berbasis emas.
Proyeksi Harga Emas 2025–2026
Sejumlah lembaga keuangan global juga memperbarui proyeksi harga emas mereka, dengan sebagian besar memperkirakan tren bullish berlanjut hingga 2026. Berikut perbandingannya:
| Lembaga / Broker | Proyeksi 2025 (US$/oz) | Proyeksi 2026 (US$/oz) | Target Spesifik |
| Morgan Stanley | 3.398 | 4.400 | 4.500 pada pertengahan 2026 |
| Citi Research | 3.400 | 3.250 | 3.800 (jangka pendek) |
| JP Morgan | 3.468 | 4.753 | 5.055 rata-rata pada 4Q26 |
| HSBC | 3.455 | 4.600 | 4.600 akhir 2025 |
| ANZ | 3.494 | 4.445 | 4.600 Juni 2026 |
| Bank of America | 3.352 | 4.438 | Naikkan proyeksi ke 5.000 pada 2026 |
| Societe Generale | 3.455 | 4.716 | 5.000 akhir 2026 |
| Standard Chartered | 3.402 | 4.488 | - |
| Goldman Sachs | 3.400 | 4.525 | 4.900 Desember 2026 |
| Commerzbank | 4.000 | - | 4.200 akhir 2025 |
| Deutsche Bank | 3.291 | 4.000 | 4.300 kuartal IV 2026 |
| UBS | 3.320 | 3.825 | Potensi naik ke 4.700 jika suku bunga riil negatif |
Rata-rata proyeksi lembaga keuangan besar menunjukkan harga emas berpotensi berada di kisaran US$ 4.400–US$ 4.800 per ounce pada 2026, seiring penurunan suku bunga global dan meningkatnya permintaan sebagai aset lindung nilai.
