Gibran Sebut QRIS Jadi Solusi Pembayaran di KTT G20 di Afrika Selatan

Desy Setyowati
23 November 2025, 08:58
Gibran di KTT G20, qris
YouTube KTT G20 Afrika Selatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berpidato di KTT G20 di Afrika Selatan , Sabtu (22/11/2025)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mempromosikan sistem pembayaran digital milik Indonesia QRIS sebagai solusi pembayaran yang sederhana di hadapan pemimpin dunia yang hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).

Dalam pidato perdana, Wapres Gibran menyatakan bahwa Indonesia mendorong inklusi keuangan, termasuk kehadiran QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standard yang mendorong partisipasi publik dalam perekonomian.

"Sistem pembayaran digital nasional kami, QRIS, menunjukkan bagaimana solusi digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat mendorong partisipasi dalam perekonomian dan meminimalkan ketimpangan," kata Wapres yang disaksikan melalui ruang media KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).

Dalam sesi pertama KTT G20, para pemimpin dunia fokus membahas isu ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan, serta masalah utang di negara-negara berkembang.

Terkait hal itu, Wapres menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik fokus G20 pada keuangan berkelanjutan, namun ambisinya harus lebih jauh untuk menutup kesenjangan dan mengupayakan adaptasi, mitigasi, dan transisi yang adil dan setara.

Menurut Gibran, dunia membutuhkan pembiayaan yang lebih mudah diakses, terprediksi, dan setara, terutama bagi negara-negara berkembang, melalui keringanan utang, pembiayaan inovatif, pembiayaan campuran, dan mekanisme transisi hijau.

Indonesia pun mengalokasikan lebih dari separuh anggaran iklim nasional, sekitar US$ 2,5 miliar per tahun, untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur berketahanan iklim.

Wapres juga menyoroti teknologi yang sedang berkembang, seperti aset kripto, token digital, termasuk Bitcoin, yang dapat menciptakan peluang sekaligus risiko.

"Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan agar G20 memulai dialog tentang economic intelligence," kata Gibran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...