Usai Pecahkan Rekor, Harga Emas Antam Turun pada Akhir Pekan

Ameidyo Daud Nasution
17 Januari 2026, 11:40
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026). Berdasarkan situs Logam Mulia Antam pada Rabu (14/1), harga emas Antam sejak 10 Januari 2026 naik beruntun sebesar Rp13.000 dari semula R
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai penjualan emas di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga emas Antam mengalami penurunan dari Rp 2.675.000 per gram pada Kamis (15/1) menjadi Rp 2.663.000 per gram pada Sabtu (16/1).Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas juga turun ke Rp 2.509.000 per gram.

Harga emas menurun usai sempat memecahkan level tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp 2.665.000 per gram.

Penurunan harga terjadi di tengah melandainya harga emas dunia. Pasar juga mulai melihat potensi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) bisa melemahkan harga logam mulia.

Dikutip dari Bloomberg, harga emas pada Jumat (16/1) berada pada level US$ 4.596 per troy ons. Angka ini menurun 0,43% dibandingkan satu hari sebelumnya.

Berikut harga emas batangan di laman Logam Mulia Antam hari ini:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.381.500.
- Harga emas 1 gram: Rp 2.663.000.
‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp 5.266.000.
‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp 7.874.000.
‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp 13.090.000.
‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp 26.125.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 65.187.000.
‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp 130.295.000.
‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp 260.512.000.
‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp 651.015.000.
‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp 1.301.820.000.
‎- ⁠Harga emas 1.000 gram/1 kilogram: Rp 2.603.600.000.

Investor veteran, sekaligus Direktur Pelaksana Mobius Emerging Opportunities Fund, Mark Mobius harga emas mengalami penurunan seiring menguatnya dolar AS. Dia mengatakan, penguatan dolar terjadi karena kemungkinan perubahan haluan dalam perekonomian AS. 

“Saya tidak akan mengambilnya di level ini,” kata Mark Mobius pada Jumat (16/1) dikutip dari Bloomberg.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...