Lonjakan Harga Emas Dongkrak Transaksi Tring Pegadaian, Nasabah Tembus 5 Juta
Lonjakan harga emas sejak awal tahun mendorong kenaikan signifikan pada transaksi digital di aplikasi Tring milik PT Pegadaian. Sejak diluncurkan Oktober tahun lalu, aplikasi ini telah memiliki 5 juta nasabah.
“Setelah Tring kami luncurkan, sampai saat ini sudah sekitar 5 juta nasabah yang menggunakan,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan usai acara Launching Fatwa Kegiatan Usaha Bulion, Jumat (13/2).
Ia menilai, lonjakan jumlah pengguna ini terjadi seiring dengan kenaikan harga emas yang memicu masyarkat semakin tertarik bertransaksi logam mulia secara digital. Dampak lonjakan harga emas juga terasa langsung pada kinerja bisnis perusahaan.
Sejak awal peluncurannya hingga kini, bisnis Pegadaian secara keseluruhan tercatat tumbuh sekitar 40%.
Harga emas batangan produksi Aneka Tambang sempat melonjak tajam pada awal 2026 hingga menembus kisaran Rp 2,9 juta–R p3,3 juta per gram. Kenaikan dipicu ketegangan geopolitik global, meningkatnya permintaan aset safe haven, serta keterbatasan stok fisik.
Sedangkan harga emas batangan yang dicatat oleh PT Pegadaian melalui laman resmi Sahabat Pegadaian menunjukkan penurunan tipis pada Jumat (13/2). Produk emas UBS misalnya, diperdagangkan di kisaran Rp 2.961.000 per gram, sedangkan emas Galeri24 ditawarkan sekitar Rp 2.938.000 per gram. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pada 2025, jumlah transaksi digital di pegadaian melonjak dari 8,02 juta menjadi 34 juta. Jumlah nasabah juga melonjak lebih dari tiga kali lipat dari 1,34 juta nasabah aktif menjadi 4,6 juta nasabah aktif.
Direktur TI & Digital Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu sebelumnya menjelaskan, pertumbuhan bisnis perusahaan didorong integrasi aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital. Sejak platform gabungan diluncurkan pada Oktober 2025, lebih dari 3 juta nasabah telah melakukan onboarding dengan nilai transaksi kumulatif menembus Rp21 triliun.
