Pegadaian Pastikan Tak Ada Kelangkaan Emas, Fatwa MUI Perkuat Jaminan Fisik 1:1

Image title
13 Februari 2026, 15:39
pegadaian, harga emas, emas, gadai emas
Unsplash
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pegadaian buka suara terkait isu kelangkaan emas fisik yang sempat dikeluhkan nasabah.  Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan prinsip syariah yang diterapkan perusahaan mewajibkan ketersediaan emas sebelum dijual ke nasabah. 

Perusahaan memastikan seluruh produk investasi emas yang dijual memiliki jaminan fisik dengan rasio satu banding satu. “Prinsip syariah itu harus satu banding satu. Semua produk emas Pegadaian barangnya sudah ada baru kita jual,” ujarnya, Jumat (13/2).

Menurut dia, tingginya minat masyarakat untuk mencetak emas fisik dari tabungan emas digital membuat antrean produksi memanjang. Proses konversi emas batangan besar misalnya 1 kilogram atau 12 kilogram menjadi pecahan kecil seperti 0,5 gram atau 1 gram membutuhkan waktu.

“Sebenarnya tidak ada kelangkaan, hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat,” kata Damar.

Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh investasi emas nasabah memiliki underlying asset berupa emas fisik yang disimpan di brankas (vault) berstandar internasional serta diaudit berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan

Di sisi lain, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI) baru saja menerbitkan fatwa kegiatan usaha bulion syariah yang mempertegas kewajiban ketersediaan emas fisik dalam setiap transaksi.

Ketua Badan Pengurus DSN–MUI Cholil Nafis menyebut fatwa ini juga dirancang untuk mencegah praktik spekulasi emas. 

“Fatwa ini didesain untuk mencegah adanya spekulan emas. Jadi tidak ada jual beli emas yang tidak ada fisiknya. Kami harapkan nanti OJK menurunkannya dalam regulasi sehingga harga emas tetap sehat,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...