OJK Ungkap Pertemuan dengan Robinhood soal Ekspansi ke Indonesia

Karunia Putri
20 Februari 2026, 22:03
ojk, robinhood,
Katadata/Fauza Syahputra
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi menyampaikan keterangan perkembangan terkait MSCI di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pejabat sementara sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK atau Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi membenarkan telah bertemu dengan pihak Robinhood pada Kamis (12/2). Ia memastikan perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat ini bersiap masuk pasar Indonesia.

“Mereka bahkan sudah menanyakan proses dan persyaratan pendaftaran atas perubahan pemegang saham pengendali yang nantinya terjadi saat (sudah) secara efektif,” ujar Hasan saat ditemui di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jumat (20/2).

Menurut Hasan, hal itu menunjukkan minat pelaku usaha global terhadap pasar keuangan Indonesia masih sangat besar.

Robinhood Markets Inc resmi masuk pasar Indonesia melalui akuisisi dua perusahaan keuangan nasional, yakni PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto pada akhir tahun lalu.

INFOGRAFIK: Ekspansi Robinhood di Pasar Keuangan Indonesia
INFOGRAFIK: Ekspansi Robinhood di Pasar Keuangan Indonesia (Katadata/ Amosella)

VP dan GM Futures dan International di Robinhood, JB Mackenzie, menyebut Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat. Hal ini dinilai sejalan dengan misi Robinhood untuk memperluas dan mendemokratisasi akses keuangan bagi masyarakat luas. 

“Kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan layanan inovatif yang selama ini dipercaya oleh jutaan pengguna Robinhood di seluruh dunia,” kata Mackenzie dalam siaran pers di Jakarta, pada akhir tahun lalu (8/12/2025).

Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar paling prospektif untuk perdagangan saham dan aset digital. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui single investor identification (SID) telah melampaui 19 juta, sementara investor kripto mencapai 17 juta orang.

Sepanjang tahun berjalan, investor baru bertambah 4,28 juta atau meningkat 58,4%.

Pertumbuhan ini didorong tingginya minat generasi muda yang mengandalkan teknologi mobile dan cepat mengadopsi investasi digital. Dari total 19 juta investor pasar modal pada 2025, sekitar 54,25% merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sebanyak 26,42% berada pada rentang usia 30–41 tahun, sedangkan sisanya berusia di atas 41 tahun. 

Setelah mengakuisisi Buana Capital, Robinhood akan tetap melayani nasabah perusahaan efek yang sudah ada dengan produk-produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang, setelah memperoleh izin regulator, Robinhood menargetkan dapat menghadirkan platform perdagangannya sendiri, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, serta berbagai instrumen internasional lainnya dalam skala besar.

Proses akuisisi Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto saat ini masih harus memenuhi sejumlah persyaratan penyelesaian transaksi, termasuk persetujuan dari OJK dan regulator terkait lainnya. Seluruh transaksi ditargetkan tuntas pada paruh pertama 2026. 

Robinhood Markets Inc didirikan pada 2013 dan berkantor pusat di Menlo Park, California. Perusahaan ini berkembang menjadi salah satu penyedia layanan keuangan terkemuka di AS dengan platform perdagangan saham, ETF, opsi, futures, dan kripto.

Saat ini, Robinhood melayani lebih dari 27 juta pelanggan dengan total aset kelolaan US$ 343 miliar. Perusahaan berkomitmen memperluas akses ke pasar keuangan bagi seluruh individu. Robinhood juga dikenal luas sebagai inovator dalam perdagangan saham tanpa komisi, dengan model pendapatan yang terdiversifikasi. 

Sedangkan Buana Capital adalah perusahaan sekuritas anggota BEI yang memiliki izin sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi (investment banker). Perusahaan yang berdiri pada 1990 ini telah mengantongi izin usaha dari OJK.

Sementara itu, PT Pedagang Aset Kripto adalah pedagang aset keuangan digital yang telah memperoleh izin dari OJK sejak 2025 serta tercatat sebagai anggota bursa aset kripto di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...