Danantara Genap Setahun, Akui Jadi Motor Penggerak Ekonomi Indonesia
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara genap berusia setahun. CEO Rosan Roeslani mengatakan, lembaganya diperkirakan menjadi salah satu mesin utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 8% hingga 2029.
Lembaga investasi negara itu juga diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam perekonomian global sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.
“Memang Danantara diharapkan menjadi salah satunya engine of growth. Mempunyai kemampuan yang besar dalam menunjang perekonomian Indonesia yang kami akan capai dengan pertumbuhan 8%,” kata Rosan dalam acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun Danantara ke-1, dikutip Rabu (11/3).
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu, kata dia, harus disertai dengan pemerataan manfaat pembangunan, sehingga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rosan menjelaskan, peran Danantara mencakup berbagai sektor strategis yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ia bahkan menyebut keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara akan terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari.
Selain itu, Rosan optimistis kehadiran Danantara dapat memperkuat posisi Indonesia agar lebih aktif dalam perekonomian global, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia seperti saat ini.
Menurut Rosan, selama ini Indonesia kerap hanya menjadi pihak yang menerima dampak dari dinamika ekonomi global. Dengan adanya Danantara, Indonesia diharapkan dapat berperan lebih aktif sekaligus menunjukkan kekuatan ekonominya di tingkat internasional.
“Dengan adanya Danantara, kami bisa berperan aktif dan membuktikan bahwa kita mempunyai kekuatan. Membuktikan kita adalah negara yang besar, yang akan kita bangun tentunya bersama-sama dengan kekuatan yang ada di Indonesia ini,” kata Rosan.
Ia menjelaskan, lembaga itu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dari luar negeri untuk bersama-sama membangun perekonomian Indonesia.
Danantara menginisiasi forum SWF Philanthropy Learning Lab bersama berbagai lembaga internasional untuk memperkuat praktik terbaik pengelolaan dana sosial jangka panjang.
"Penguatan fondasi kelembagaan turut tercermin dalam persepsi publik, dengan sekitar 93% pemberitaan mengenai Danantara berada dalam sentimen positif, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap arah transformasi yang sedang dijalankan," ujar Rosan.
Melalui Danantara Asset Management (DAM), Rosan mengatakan, Danantara menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan fokus pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis.
“Upaya ini diarahkan untuk membangun perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Danantara Indonesia yang lebih adaptif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan.
Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN secara menyeluruh, DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui berbagai langkah strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.
Proses itu dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat, disiplin portofolio, serta pendekatan berbasis kinerja guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional.
“Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Rosan.
Dari sisi pengembangan industri nasional, Danantara melalui DAM juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi US$ 26 miliar yang diharapkan dapat memperluas kapasitas industri.
Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari, di antaranya pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioetanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri.
"Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan,” ujar Rosan.
Melalui langkah-langkah tersebut, DAM berperan sebagai motor transformasi portofolio BUMN untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, produktif, dan mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Sementara itu, Danantara Investment Management (DIM) menjalankan peran sebagai lengan investasi global Danantara yang bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional.
Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU) dengan komitmen investasi yang mencapai Rp 346 triliun, guna menyalurkan investasi asing dan keahlian global ke berbagai sektor prioritas di Indonesia.
Selain itu, DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan Rp 150 triliun, melalui kombinasi berbagai instrumen keuangan termasuk pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.
Kemudian, DIM juga memulai berbagai proyek investasi strategis, termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global serta meningkatkan multiplier effect ekonomi bagi Indonesia.
DIM juga mendorong investasi pada berbagai proyek pembangunan nasional, termasuk co-investment pada fasilitas waste-to-energy, yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga sekitar Rp 1,3 triliun – Rp 1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.
Secara keseluruhan, berbagai langkah tersebut mencerminkan fokus utama Danantara pada tahun pertama operasionalnya, yaitu membangun fondasi kelembagaan, memperkuat tata kelola, serta menciptakan struktur pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” ujar Rosan.
Rosan menegaskan pemerintah tetap akan hadir dalam mengarahkan pembangunan ekonomi nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Menurutnya, kehadiran Danantara juga diharapkan menjadi salah satu pendorong bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat secara ekonomi.
