Rupiah Diproyeksi Melemah, namun Tertahan Sentimen Gencatan Senjata Timur Tengah

Image title
17 April 2026, 10:12
Rupiah
ANTARA
Petugas salah satu bank menunjukkan sejumlah mata uang rupiah dan dolar AS (ilustrasi).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (17/4), seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam. Namun, pelemahan ini diproyeksikan bakal tertahan oleh sentimen gencatan senjata di Timur Tengah.

Analis Doo Financial, Lukman Leong mengatakan, rebound dolar AS menjadi faktor utama yang memberi tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek. Menurutnya, solidnya data tenaga kerja di Amerika Serikat turut memperkuat optimisme terhadap ekonomi AS, sekaligus mendorong penguatan dolar di pasar global.

“Rupiah berpotensi akan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan,” ujarnya kepada Katadata, Jumat (17/4).

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level di level Rp 17.139 per dolar AS menguat 0,2% atau 4 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah justru anjlok, melemah Rp 17.172 per dolar AS turun 0,19% atau 33 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup menguat 4 poin ke level Rp 17.138 per dolar AS, pada Kamis (16/4) setelah sempat melemah 2 poin. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.143 per dolar AS.

Meskipun demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung signifikan. Hal ini ditopang oleh membaiknya sentimen pasar global (risk on) setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Kesepakatan tersebut memberi harapan meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu sumber utama volatilitas pasar keuangan.

“Sentimen risk on di tengah kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon akan membatasi pelemahan,” kata Lukman.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...