Survei Finetiks: 56% Karyawan Tidak Punya Dana Darurat

Hari Widowati
28 April 2026, 14:43
Finetiks, dana darurat
Finetiks
Cameron Goh, CEO dan Founder Finetiks, platform pengelolaan keuangan pribadi, menyebut hasil survei Finetiks menunjukkan 56% karyawan tidak memiliki dana darurat yang memadai.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Survei terbaru Finetiks, platform pengelolaan keuangan pribadi, menunjukkan 56% karyawan profesional di Indonesia tidak memiliki dana darurat yang memadai. Sebanyak 72% karyawan yang disurvei juga mengaku kondisi finansial mereka berdampak langsung pada performa kerja.

Berdasarkan hasil survei ini, Finetiks menilai tekanan finansial karyawan bukan lagi masalah pribadi tetapi sudah menjadi risiko bisnis. Temuan ini memperkuat urgensi bagi perusahaan untuk memandang financial wellness atau kesehatan finansial karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Survei ini dilakukan pada periode Desember 2025 hingga Maret 2026, dengan melibatkan lima perusahaan di sektor teknologi, pendidikan, media digital, kreatif (branding), dan fintech.

"Kesehatan finansial karyawan seringkali dipandang sebagai urusan pribadi, padahal dampaknya sangat terasa dalam operasional bisnis sehari-hari, mulai dari produktivitas hingga kualitas pengambilan keputusan. Kesehatan finansial karyawan menjadi risiko bisnis tersembunyi yang dampaknya bisa signifikan," ujar Cameron Goh, CEO Finetiks, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

Survei ini juga menunjukkan tekanan finansial telah menjadi bagian dari keseharian banyak karyawan. Sekitar 58% responden mengaku harus menunda kebutuhan penting akibat keterbatasan arus kas. Adapun 51% responden masih memiliki utang konsumtif aktif, termasuk PayLater, kartu kredit, dan pinjaman online.

Di sisi lain, tingginya kesadaran akan masalah ini tergambar pada 93% responden yang menyatakan kebutuhan akan program financial wellness dari perusahaan.

"Dampaknya terhadap perusahaan tidak bisa diabaikan. Karyawan yang mengalami tekanan finansial cenderung menghadapi kesulitan dalam berkonsentrasi, mengambil keputusan, hingga berkolaborasi secara optimal," kata Cameron.

Dalam banyak kasus, kondisi ini memicu fenomena 'presenteeism' di mana karyawan tetap hadir bekerja tetapi tidak sepenuhnya produktif. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko turnover yang menciptakan biaya produktivitas tersembunyi yang tidak terlaihat dalam laporan kinerja. Dampak lainnya adalah tidak tercapainya target perusahaan akibat rendahnya produktivitas.

Tekanan Finansial Dialami Karyawan di Lima Sektor yang Disurvei

Menurut temuan Finetiks, fenomena ini ditemukan secara konsisten di berbagai industri. Di sektor kreatif, 100% responden mengaku mengalami stres finansial. Di sektor pendidikan, sebanyak 69% responden memiliki utang konsumtif.

Sektor media digital juga menunjukkan tingkat tekanan yang tinggi dengan 74% responden terdampak. Di sektor fintech, yang memiliki literasi keuangan relatif lebih baik, tekanan finansial tetap ditemukan. Hal ini menunjukkan pengetahuan saja tidak cukup tanpa adanya sistem dan kebiasaan finansial yang kuat.

Di sektor teknologi, sekitar 50% karyawan tercatat masih memiliki utang konsumtif aktif, terutama di kalangan milenial. Temuan ini menunjukkan pendapatan terhadap financial wellness perlu bergeser dari sekadar edukasi menjadi solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

"Finetiks menilai program yang efektif harus mampu mendorong perubahan perilaku finansial, mulai dari pengelolaan cash flow, pembentukan dana darurat, hingga implementasi sistem tabungan otomatis dan pendampingan jangka panjang," ujar Cameron.

Menurutnya, perusahaan yang mengintegrasikan financial wellness sebagai bagian dari strategi human capital akan memiliki keunggulan dalam menjaga produktivitas dan loyalitas karyawan di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...