HSBC Jual Bisnis Wealth ke OCBC, Bagaimana Nasib Karyawan dan Nasabah?

Agustiyanti
5 Mei 2026, 07:58
HSBC, OCBC Indonesia, bisnis ritel dan wealth
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank HSBC Indonesia resmi melepas bisnis retail dan wealth atau International Wealth and Premier Banking (IWPB) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk. Portofolio yang dialihkan mencakup sekitar 336.000 nasabah dengan total aset kelolaan mencapai Rp 89,8 triliun.

Transaksi ini meliputi layanan perbankan ritel dan wealth management, termasuk simpanan, investasi, hingga kredit. Akuisisi ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2027.

Lantas bagaimana nasib nasabah hingga karyawan HSBC?

Nasib 1.300 Karyawan HSCB

Dalam pernyataan di keterbukaan informasi, OCBC NISP menyebutkan bahwa sekitar 1.300 karyawan HSBC yang selama ini menangani bisnis wealth dan ritel akan ikut beralih sebagai bagian dari transaksi.

Pengalihan ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan layanan kepada nasabah tetap terjaga selama proses integrasi. Dengan demikian, karyawan yang selama ini mengelola portofolio tersebut tetap menjalankan perannya, meski berada di bawah entitas baru.

HSBC dalam dokumen tanya jawab kepada nasabah juga menegaskan bahwa tenaga kerja yang relevan akan tetap mendukung layanan selama masa transisi hingga proses pengalihan selesai.

Layanan Nasabah Tetap Normal Selama Transisi

HSBC memastikan seluruh layanan kepada nasabah tetap berjalan normal selama periode transisi. 

Mengacu pada dokumen resmi HSBC, seluruh produk dan layanan yang dimiliki nasabah, termasuk rekening, investasi, dan fasilitas kredit, akan tetap berlaku hingga pengalihan bisnis efektif dilakukan.

Namun setelah transaksi rampung dan memperoleh persetujuan regulator, nasabah akan secara resmi menjadi nasabah OCBC dan dilayani oleh bank tersebut. Beberapa keuntungan atau layanan yang sebelumnya didapatkan saat menjadi nasabah HSBC pun kemungkinan akan berubah setelah proses ini rampung.

Fokus Baru HSBC di Indonesia

Setelah melepas bisnis wealth dan ritel, HSBC akan tetap beroperasi di Indonesia dengan fokus pada layanan korporasi dan institusi.

Langkah ini sejalan dengan strategi global HSBC yang tengah merampingkan bisnis ritel di sejumlah pasar dan mengalihkan sumber daya ke segmen yang dinilai memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Di sisi lain, akuisisi ini memperkuat posisi OCBC di segmen wealth management di Indonesia, sekaligus memperluas basis nasabah premium yang dimilikinya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...