Transaksi QRIS Juli 2026 Tumbuh 82,42% YoY, BI-FAST Tembus 546 Juta

Image title
19 Agustus 2026, 15:58
QRIS
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa.
Pembeli melakukan pembayaran menggunakan QRIS di Dom Coffee, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Menurut Bank Indonesia (BI), volume transaksi QRIS pada Juli 2026 tumbuh lebih dari 80% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti mengungkapkan, pertumbuhan transaksi QRIS tersebut didukung oleh semakin luasnya penggunaan pembayaran digital, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS. “Transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 82,42% year on year. Hal ini didukung dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant pada QRIS,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8).

Capaian itu menjadi salah satu penopang perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. BI mencatat, volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan mencapai 5,5 miliar transaksi pada Juli 2026, atau tumbuh 28,69% YoY.

Destry menuturkan, pertumbuhan transaksi digital itu didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal, serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Selain QRIS, transaksi melalui internet dan aplikasi mobile juga terus mengalami pertumbuhan. Perinciannya, volume transaksi melalui internet tumbuh 9,39% YoY, sedangkan transaksi melalui aplikasi mobile meningkat 24,25% YoY pada Juli 2026.

Transaksi BI-FAST Tembus 546 Juta 

Dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, BI mencatat volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi pada Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 31,62% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.355 triliun.

Sementara itu, transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,99 juta transaksi, tumbuh 3,12% YoY. Dari sisi nominal, transaksi BI-RTGS tumbuh 1,54% YoY dengan nilai mencapai Rp 20.097 triliun.

Di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital, penggunaan uang kartal juga masih mengalami peningkatan. BI mencatat uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 15,10% YoY menjadi Rp 1.314 triliun pada Juli 2026.

Destry mengatakan, BI terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut juga mencakup wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), sehingga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...