BI: Uang Beredar Tumbuh 8,3% Jadi Rp 10.371,1 Triliun pada Juli 2026

Image title
21 Agustus 2026, 15:19
uang beredar, BI, rupiah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencatat pertumbuhan pada Juli 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi uang beredar M2 mencapai Rp 10.371,1 triliun, tumbuh 8,3% secara tahunan (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan M2 tersebut melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 8,7% yoy.

“Posisi M2 (uang beredar dalam arti luas) pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp 10.371,1 triliun atau tumbuh sebesar 8,3% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 8,7% (yoy),” ujar Ramdan.

Pertumbuhan M2 pada Juli terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 10% yoy dan uang kuasi sebesar 5,6% yoy.

M1 yang memiliki pangsa 57% dari M2, tercatat sebesar Rp 5.908,7 triliun pada Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 10% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 9,8% yoy.

Pertumbuhan M1 terutama dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan giro rupiah. Giro rupiah tumbuh 10,9% yoy pada Juli, naik dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 10,4% yoy.

Sementara itu, uang kartal yang beredar di luar bank umum dan BPR tumbuh sedikit melambat menjadi 15,7% yoy, dari 15,9% yoy pada Juni.

Adapun tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu mencatat pertumbuhan yang relatif stabil sebesar 6,8% yoy.

Dipengaruhi Penyaluran Kredit dan Tagihan kepada Pemerintah Pusat

BI mencatat perkembangan M2 pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Penyaluran kredit tumbuh 13% yoy, meningkat cukup signifikan dibandingkan pertumbuhan pada Juni sebesar 12,1% yoy. Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 4,6% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan Juni yang mencapai 10,1% yoy.

Berbeda dengan M1, pertumbuhan uang kuasi mengalami perlambatan. Uang kuasi yang memiliki pangsa 42,2% dari M2 tercatat sebesar Rp 4.375,9 triliun pada Juli 2026. Pertumbuhannya mencapai 5,6% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan pada Juni sebesar 6,9% yoy.

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh seluruh komponen uang kuasi, terutama simpanan berjangka.

Simpanan berjangka tumbuh 4,6% yoy pada Juli, turun dibandingkan pertumbuhan pada Juni yang mencapai 6% yoy.

Selain M2, BI mencatat Uang Primer (M0) adjusted pada Juli 2026 tumbuh 17,1% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,8% yoy. Posisi M0 adjusted pada Juli tercatat sebesar Rp 2.254,5 triliun.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 17,1% yoy serta uang kartal yang diedarkan sebesar 15,1% yoy.

BI menjelaskan pertumbuhan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam pengendalian moneter adjusted.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...