Profil Destry Damayanti, Atlet Tenis yang Jadi Gubernur Perempuan Pertama BI

Ade Rosman
1 September 2026, 16:26
Gubernur Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti bersiap mengikuti pertandingan pada Katadata Padel Tournament di Padel Pro Satrio Club, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Kompetisi ini diikuti 72 peserta dan mempertandingkan kategori Men's Doubles dan Women
Katadata/Fauza Syahputra
Gubernur Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti bersiap mengikuti pertandingan pada Katadata Padel Tournament di Padel Pro Satrio Club, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Kompetisi ini diikuti 72 peserta dan mempertandingkan kategori Men's Doubles dan Women's Doubles dengan total hadiah Rp35 juta ini menjadi wadah bagi para profesional dari bidang kehumasan, media, dan korporasi untuk berkompetisi sekaligus membangun interaksi melalui olahraga.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031, Keputusan ini disepakati dalam Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, yang digelar dI Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).  

Selain Destry, Rapat Paripurna tersebut juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI, serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk masa jabatan 2026-2031.  

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun menjelaskan, Komisi XI telah melaksanakan seleksi terhadap Destry pada Rabu (26/8), sedangkan seleksi terhadap Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia digelar Kamis (27/8).  Adapun proses pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat internal Komisi XI DPR.

“Dengan terpilihnya calon Gubernur, calon Deputi Gubernur Senior, dan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang sudah dipilih dan ditetapkan tersebut, diharapkan dapat mendorong Bank Indonesia bekerja lebih fokus dan terarah,” kata Misbakhun. 

Saat diseleksi oleh DPR, Destry memperkenalkan konsep 3I dan 1S sebagai kerangka dalam memperkuat arah kebijakan bank sentral ke depan. Destry menjelaskan, tiga aspek utama dalam konsep 3I adalah impactful, inklusif, dan integrasi.  

“Sedangkan buat kami sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kita bekerja sendirian,” ujar Destry dalam fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (26/8).  

Dalam pemaparannya, Destry menyampaikan sejumlah inisiatif strategis yang akan menjadi fokus kebijakan BI. Salah satunya adalah penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia untuk merespons tekanan sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan.  

Dari sisi moneter, fokus utama tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas dengan tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Suku bunga BI akan diarahkan secara pre-emptive dan forward-looking untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Stabilisasi rupiah juga akan diperkuat melalui smart intervention.  

Sementara itu, operasi moneter yang lebih berorientasi pada mekanisme pasar akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan semakin efektif dan likuiditas tetap memadai bagi pasar uang, perbankan, serta sektor riil.  

Di sektor makroprudensial, Destry menekankan pentingnya kebijakan yang semakin pro-pertumbuhan, tetapi tetap berhati-hati. Berbagai instrumen makroprudensial akan dioptimalkan untuk mendorong pembiayaan, terutama kepada sektor-sektor prioritas. Sementara pada sistem pembayaran, kebijakan akan diarahkan untuk mempercepat perkembangan ekonomi dan keuangan digital secara aman, efisien, dan inklusif. Digitalisasi melalui QRIS juga akan terus dilanjutkan.

Profil Destry Damayanti 

Sebelum ditunjuk menjadi Gubernur BI definitif, Destry terlebih dauhulu dipercaya sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI, menyusul mundurnya Perry Warjiyo pada 27 Juli 2026. Ia merupakan perempuan pertama yang memimpin bank sentral di Indonesia.

Melansir laman resmi Bank Indonesia, bi.go.id, Destry lahir di Jakarta pada 1963. Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, Amerika Serikat. 

Destry Damayanti mengawali karier sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003, kemudian ia menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006, dan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. 

Kariernya berlanjut menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015 serta sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.

Sebelum menjadi Gubernur BI, Destry resmi menjadi Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 tertanggal 29 Juli 2019 untuk periode 2019-2024, dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019. Pada Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tertanggal 10 Juli 2024 Destry Damayanti kembali ditetapkan menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2024-2029, dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024

Sebelum berkiprah di dunia ekonomi, Destry pernah menjadi atlet tenis junior Indonesia. Hal ini sempat diceritakan Destry saat berbincang dengan Katadata usai Katadata Tournament Padel 2026 pada akhir pekan lalu.

Ia pernah mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) tenis di Malang untuk kategori anak di bawah 10 tahun, serta mengikuti kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games untuk tingkat senior.

Namun, seiring berjalannya waktu, Destry memilih meninggalkan dunia olahraga untuk fokus menekuni bidang ekonomi yang kemudian mengantarkannya ke Bank Indonesia. Meski demikian, ia mengaku masih rutin bermain tenis atau padel minimal sepekan sekali. 

Melansir berbagai sumber,  berikut rekam jejak karie Destry Damayanti:

  • Januari-Agustus 1989: asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID)
  • Agustus 1989-Agustus 1990: peneliti di Institut Manajemen, Fakultas Ekonomi UI
  • Agustus 1992-Maret 1997: bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM), Kementerian Keuangan
  • Agustus 1993-Agustus 1995: peneliti di Pusat Antar Universitas untuk Ekonomi, Fakultas Ekonomi UI
  • 21 Mei 2015: dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  • 24 September 2015: menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019
  • Deputi Gubernur Senior BI 2019-2024, dan 2024-2029
  • Gubernur BI 2026-2031

Harta Kekayaan 

Melansir dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 19 Maret 2026, total harta kekayaan Destry lebih dari Rp 100 miliar, yang terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, dan harta lainnya, dengan perincian sebagai berikut:

Tanah dan Bangunan Rp 57.107.500.000

  1. Tanah seluas 336 M2 di Jakarta Selatan, dengan keterangan hasil sendiri Rp 7.500.000
  2. Bangunan seluas 38 M2 di Jakarta Utara, dengan keterangan  hasil sendiri Rp 350.000.000
  3. Bangunan seluas 38 M2 di Jakarta Utara, hasil sendiri Rp 350.000.000
  4. Bangunan seluas 105 M2 di Kabupaten/Kota Pandeglang, hasil sendiri Rp 300.000.000
  5. Tanah dan bangunan seluas 114 M2/187 M2 di Jakarta Selatan, hasil Sendiri Rp 3.500.000.000
  6. Bangunan seluas 34 M2 di Tangerang, hasil sendiri Rp 500.000.000
  7. Tanah dan bangunan seluas 247 M2/247 M2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 6.000.000.000
  8. Bangunan seluas 2.500 M2 di Serang, hasil sendiri Rp 3.000.000.000
  9. Tanah dan bangunan seluas 75 M2/172 M2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 6.100.000.000
  10. Tanah dan bangunan seluas 45 M2/102 M2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 3.500.000.000
  11. Tanah seluas 291 M2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 13.500.000.000
  12. Tanah Seluas 1.438 M2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 20.000.000.000

Alat transportasi dan mesin Rp 1.077.500.000

  1. Lainnya, Litespeed Road Bike Tahun 2020, hasil sendiri Rp 45.000.000
  2. Lainnya, Dahon Sepeda Lipat Tahun 2020, hasil sendiri Rp 1.000.000
  3. Lainnya, Pacific Sepeda Lipat Listrik Tahun 2021, hasil sendiri Rp 3.500.000
  4. Mobil, Hyunday Ionic 5 Tahun 2023, hasil sendiri Rp 450.000.000
  5. Motor, Vespa Vespa Sprint S 150 White 2024 My'24 Tahun 2024, hasil sendiri Rp 53.000.000
  6. Mobil, Byd Byd Seal Tahun 2024, hasil sendiri Rp 525.000.000

Harta Bergerak Lainnya Rp 12.364.262.000
Surat Berharga Rp 15.231.553.626
Kas dan Setara Kas Rp 15.078.007.895
Harta Lainnya Rp 2.898.349.972
Sub Total Rp 103.757.173.493
Utang Rp 3.520.737.000

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...