Pos Luncurkan Aplikasi dengan Fitur Dagang Emas Skala Internasional
PT Pos Indonesia mengembangkan aplikasi ekosistem bisnis syariah bernama Posgo Syariah. Salah satu tulang punggung ekosistem ini, yaitu platform perdagangan fisik emas secara digital, PosGold, dengan mengandeng banyak pihak untuk pengembangnya.
PosGold merupakan platform perdagangan fisik emas secara digital di bawah pengawasan dan peraturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Platform ini dikembangkan bersama Bullion Ecosystem International dan ABI Komoditi Berjangka.
Proses dukungan transaksi perdagangan pada platform tersebut difasilitasi oleh Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX). Selain itu, proses kliring transaksi perdagangan dilakukan bersama Indonesia Clearing House (ICH).
ICDX dan ICH, bersama mitra strategisnya ABX asal Australia dan Kinesis AG asal Liechtenstein, memberikan akses ke sistem perdagangan fisik emas internasional secara luas untuk PT Pos. Dengan demikian, memberikan kepastian pasokan likuiditas pasar untuk transaksi pembelian fisik emas.
"Termasuk juga pasokan likuiditas tunai untuk transaksi penjualan fisik emas secara langsung ke sistem likuiditas pasar internasional," kata manajemen Pos dalam rilis yang diterima Katadata.co.id, Jumat (16/4).
Dengan volume transaksi yang mencapai US$ 1,2 milyar pada Maret 2021 dalam sistem transaksi Kinesis AG, diharapkan juga akan memberikan pasokan likuiditas terukur untuk Pos. Sekaligus sebagai bentuk proteksi terhadap proses transaksi yang dilakukan oleh masyarakat.
Platform PosGold juga terkoneksi dan terintegrasi ke sistem perbankan dan sistem logistik secara langsung. Platform PosGold juga menggabungkan 2 konsep teknologi perdagangan yang berkembang saat ini, yaitu exchange ecosystem (centralized) dan blockchain ecosystem (decentralized).
Pos bersama ICDX dan ICH menggandeng Kinesis AG dan OZL asal Liechtenstein sebagai investor dan mitra usaha untuk membangun fasilitas vault international di Indonesia dalam skema kerja sama private partnership investment. Diharapkan dengan adanya fasilitas vault internasional di Indonesia, akan menarik minat pelaku perdagangan dari negara lain untuk bertransaksi di Indonesia.
"Sekaligus dapat menjadi parameter pengelolaan sistem moneter dan devisa negara menjadi lebih sistematis, terukur, dan semakin meningkatkan kredibilitas bagi perekonomian Indonesia," kata manajemen Pos.
Adapun, aplikasi Posgo Syariah merupakan ekosistem yang bertujuan memperluas transformasi layanan bisnis dan jasa keuangannya yang telah dikembangkan selama lebih dari 3 tahun.
Ekosistem besar ini mengintegrasikan banyak pihak untuk dapat aktif melakukan transaksi perdagangan, bisnis, jasa, utilitas, dan keuangan. Ekosistem ini juga mengintegrasikan proses kerja pengawasan semua lembaga regulator di Indonesia.
"Tujuannya untuk semakin meningkatkan kualitas perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen dan membentuk sebuah ekosistem solusi yang sistematis untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik," kata manajemen Pos.
Posgo Syariah yang dikembangkan ini memiliki 6 fitur unggulan, termasuk PosGold. Fitur lainnya yaitu PosPay sebagai layanan payment gateway dan dompet elektronik dengan basis rekening giro. Lalu, ada fitur Switch sebuah bentuk layanan interaksi transfer antarpengguna.
Fitur Gold To Mecca sebuah layanan jasa pengelolaan aset secara langsung oleh masyarakat untuk perjalanan ibadah haji dan umroh. Fitur Ziswaf, sebuah layanan untuk aktivitas zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf dalam skema interaksi langsung masyarakat dengan para pengelolanya.
Serta terdapat fitur Halal Hub sebagai platform aktivitas transaksi bisnis dalam segala bentuk, namun pelaku usaha harus tersertifikasi halal oleh lembaga yang berkompeten.
