Krakatau Steel Bayar Utang ke Bank BUMN Rp 2,7 T dari Kas Internal

Andi M. Arief
27 Desember 2021, 13:47
Krakatau Steel
Agung Samosir|Katadata
Produksi baja Krakatau Steel

PT Krakatau Steel Tbk menyelesaikan sebagian kewajiban utang tranche B senilai Rp 2,7 triliun. Dengan begitu, perusahaan BUMN baja ini dapat menyelesaikan fasilitas pinjaman modal kerja atau working capital bridging loan (WCBL) senilai US$ 200 juta kepada tiga bank BUMN: PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan hal ini sesuai perjanjian kredit restrukturisasi. Krakatau Steel telah membayar outstanding fasilitas kredit sebesar US$ 200 juta yang jatuh tempo pada Desember 2021. Adapun, sumber dana yang digunakan untuk membayar utang kali ini berasal dari arus kas perseroan. 

Advertisement

"Sumber pembayaran utang ini diperoleh dari internal cash flow (kas internal) perusahaan atas hasil kinerja Krakatau Steel yang semakin membaik pasca-restrukturisasi," kata Tardi dalam keterangan resmi, Senin (27/12). 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, nilai kas dan setara kas hingga akhir kuartal III-2021 mencapai US$ 95,49 juta atau susut 4.22% secara tahunan dari US$ 99,7 juta. Adapun, sumber utama penambahan arus kas pada Januari-September dari aktivitas pendanaan yang mencapai US$ 55,53 juta, sedangkan dari aktivitas operasi dan investasi tercatat negatif. 

Sementara itu, Emiten industri baja berkode KRAS ini mencatat pencapaian laba hingga November 2021 senilai Rp 1,06 triliun atau sekitar US$ 73,93 juta dengan asumsi kurs Rp 14.337 per dolar. Berdasarkan laporan keuangan KRAS, laba bersih hingga akhir 2020 mencapai US$ 53,93 juta. 

Adapun, pendorong capaian laba selama 11 bulan 2021 adalah pertumbuhan pendapatan sebesar 66,8% secara tahunan menjadi Rp 30 triliun dari sekitar Rp 17,98 triliun. Sementara itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) naik 105% menjadi Rp 2,2 triliun.

Secara rinci, KRAS membayarkan utang dalam dua denominasi, yakni senilai Rp 2,54 triliun dan US$ 9,09 juta. Dengan demikian, sisa utang yang harus perseroan penuhi sebelum akhir 2022 sekitar US$ 500 juta.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement