Sigma Energy Tetapkan Harga Saham Rp 230, Bidik Dana IPO Rp 62 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi
4 April 2022, 19:28
Sigma Energy
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

PT Sigma Energy Compressindo Tbk memasuki masa penawaran umum saham perdana mulai hari ini, Senin (4/4) hingga 6 April mendatang. Perseroan menetapkan harga initial public offering (IPO) sebesar Rp 230 per saham atau di level atas harga penawaran awal Rp 190 - Rp 230.

Setelah penawaran umum, Sigma Energy akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 April 2022. Dengan melepas sebanyak 270 juta saham atau 29,67% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Melalui IPO ini, perseroan mengincar dana segar maksimal Rp 62,1 miliar.

Emiten yang akan menggunakan kode saham SICO ini juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 27 juta saham atau sebanyak-banyaknya 4,22% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 350. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang 10 saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I, dengan setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan enam bulan sejak diterbitkan.

Dari dana hasil IPO, sebanyak 15,50% atau sebesar Rp 9,21 miliar akan digunakan untuk membayar utang perseroan kepada PT Bank KEB Hana Indonesia. Kemudian, sebesar 44,75% akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan, termasuk untuk pembelian satu unit compressor senilai Rp 983,28 juta.

Sementara itu, sekitar 33,83% atau sebesar Rp 9 miliar akan digunakan untuk membeli kendaraan operasional beserta biaya-biaya pendukungnya. 

Lalu, sekitar 39,75% atau setara dengan Rp 23,62 miliar akan digunakan untuk modal kerja perseroa, dengan rincian sebesar Rp 15,8 miliar digunakan untuk pembelian sparepart kompresor.

"Sedangkan, sebesar Rp 7,82 miliar digunakan untuk renovasi kantor, mess dan workshop," demikian tertulis dalam prospektus, Senin (4/4).

Sedangkan, dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan juga untuk modal kerja.

Berdasarkan laporan keuangan, aset Sigma Energy per September 2021 lalu tercatat tumbuh 2,37% menjadi Rp 70,7 miliar dari posisi Desember 2020 senilai Rp 69,1 miliar. Sementara itu, total ekuitas tumbuh sebesar 22,69% dari posisi Rp 33,26 miliar menjadi Rp 40,81 miliar. Liabilitas perseroan juga tercatat turun 16,48% dari sebelumnya Rp 35,83 miliar menjadi Rp 29,92 miliar.

Di sisi lain, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 55,02 miliar atau naik 3,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 53,04 miliar. Sementara, laba bersih tercatat tumbuh 8,91% menjadi Rp 6,84 miliar.

Perseroan bergerak dalam bidang usaha jasa penyewaan alat-alat untuk monetisasi minyak dan gas suar bakar dengan menggunakan teknologi kompresi untuk penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...