Ditopang Ekosistem, Telkom Bisa jadi Pemimpin Data Center Regional
Kementerian BUMN menyebut emiten telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berpeluang menjadi pemimpin pasar bisnis data center di kawasan regional.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, peluang itu sejalan dengan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan akan mencapai Rp 4.531 triliun pada tahun 2030 dengan persentase kontribusi terhadap GDP meningkat dari 4% menjadi 18%.
Hal itu akan beriringan dengan penggunaan dan konsumsi layanan digital terus bertumbuh secara pesat sehingga membutuhkan dukungan ekosistem digital, salah satunya data center.
Rosan menambahkan, pertumbuhan permintaan layanan data center sampai dengan tahun 2030 dari segmen enterprise, digital native business dan cloud service provider diperkirakan tumbuh eksponensial baik di pasar domestik maupun regional seiring dengan meningkatnya kebutuhan akses konten.
"Ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi Indonesia untuk bisa memimpin pasar data center di kawasan regional dengan memiliki ekosistem data center sendiri," kata Rosan dalam keterangan resmi, Senin (16/10).
Rosan menyebut, Telkom dapat mewujudkan hal tersebut dengan menjadi pemain besar di data center serta melakukan unlocking value melalui berbagai pilihan opsi untuk mengoptimalkan bisnis data center yang dimiliki.
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono mengatakan hingga saat ini TelkomGroup telah memiliki 30 fasilitas data center yaitu 25 domestik dan 5 luar negeri. Fasilitas data senter tersebar di empat negara yaitu Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.
Bogi juga mengatakan Telkom juga mendukung pembangunan data center di Ibu Kota Negara (IKN Nusantara berada di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. bahkan saat ini, Telkom pun tengah mengkaji beberapa opsi terbaik untuk unlocking value bisnis data center ke depannya.
Dia menjelaskan jika terdapat tiga aspek penting yang dimiliki perusahaan dalam bisnis data center, yakni seamless, connectivity, dan eyeball. Seamless ini karena terhubung dengan seluruh data center milik TelkomGroup termasuk juga ke edge data center.
Lalu connectivity, Hyperscale Data Center terhubung dengan infrastruktur backbone broadband TelkomGroup. Terakhir, akses kepada pelanggan Telkom yang merupakan pengguna bisnis digital.
"TelkomGroup juga melakukan kerja sama strategis dengan mitra strategis termasuk tech giant untuk mengembangkan bisnis data center ke pasar regional," sebut Bogi.
Bersama dengan Singtel, Bogi menyebut Telkom membangun Hyperscale data center di Batam dengan nilai investasi mencapai US$ 581 juta. Pembangunan HDC Batam menggunakan energi yang terbarukan atau renewable energy, ramah lingkungan, dan mengadopsi sistem multi-tier.
"Fokus fundamental bisnis TLKM memantapkan langkah untuk menjadikan data center Telkom sebagai Sustainable Digital Ecosystem Hub di kawasan regional bahkan global di masa mendatang,” tutup Bogi.
