OJK Memprediksi Kredit Bank Tumbuh 10% Lebih di Tahun Pemilu
OJK atau Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan kredit bank melanjutkan tren positif dan tumbuh dua digit atau 10% lebih tahun ini. Salah satu faktornya, permintaan konsumen yang kuat dan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kondisi makro domestik diperkirakan masih terjaga pada 2024. Hal ini akan berimbas positif bagi pertumbuhan kredit.
Selain itu, kondisi makro ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil di kisaran 5%.
Dian memperkirakan, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) pada rentang 84% - 86%. Sementara itu, Non Performing Loan Gross atau NPL Gross diprediksi sekitar 2% - 2,5%.
NPL Gross merupakan NPL yang membandingkan antara total dana kredit bermasalah seperti kurang lancar dan kredit macet, dengan total kredit yang disalurkan oleh perbankan.
"Tahun ini, kami tetap memprediksi tumbuh dua digit," kata Dian dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Selasa (10/1).
Tingkat profitabilitas perbankan diperkirakan melanjutkan pertumbuhan positif. Laba bersih diramal meningkat sekitar 9% - 10% secara tahunan alias year on year (yoy), dengan capaian Net Interest Margin (NIM) atau margin bunga bersih yakni 4% - 5%.
Berdasarkan Rencana Bisnis Bank atau RBB 2024 - 2026, sektor yang diperkirakan mendorong pertumbuhan kredit di antaranya rumah tangga, perdagangan, dan industri pengolahan.
“Sektor pendidikan, aktivitas rumah tangga, sosial, dan terkait penanganan kesehatan, diproyeksikan tumbuh relatif tinggi tahun ini," ujar Dian.
Dian memaparkan, kredit perbankan per November 2023 tumbuh 9,74% yoy atau Rp 618,43 triliun menjadi Rp 6.965,9 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja yakni 10,14% yoy.
