Bos BCA Soroti Ulah Pengembang Nakal, Simak Tips Aman dan Cara Mudah Urus KPR

Nur Hana Putri Nabila
20 Februari 2025, 19:34
Take over KPR
Ideal

Ringkasan

  • Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand, diangkat sebagai Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi Danantara. Ia bergabung dengan tokoh-tokoh ternama lainnya seperti Ray Dalio dan Jeffrey Sachs.
  • Thaksin memiliki latar belakang bisnis dan politik yang panjang, mulai dari kepolisian hingga mendirikan perusahaan telekomunikasi. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dan dikenal dengan kebijakan populisnya.
  • Thaksin pernah dikudeta dan hidup dalam pengasingan, namun pengaruhnya di Thailand tetap kuat, terbukti dengan terpilihnya adik dan putrinya sebagai Perdana Menteri.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Minat masyarakat untuk memiliki rumah selalu ada. Terlebih saat ini terdapat sejumlah kemudahan yang disediakan perbankan untuk mendapat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bermasalah. Meski begitu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengingatkan publik untuk berhati-hati dalam membeli rumah. 

Menurut Jahja, saat ini masih marak praktik nakal yang dilakukan oleh beberapa pengembang. Ia mengungkapkan ada pengembang yang sempat meminta penawaran dari BCA, tetapi kemudian justru membandingi dengan bank lain demi mendapatkan penawaran lebih tinggi. 

Jahja menegaskan bahwa BCA tidak mendukung praktik semacam itu karena menurutnya bisnis harus dijalankan secara bersih dan profesional. “Tidak boleh mengadu domba bahwa servis layanan boleh diadu, tetapi bukan seperti itu, itu tolong catatan juga kalau ada rekan developer yang melakukan hal praktek-praktek seperti itu,” ujar Jahja dalam konferensi pers BCA Expoversary 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (20/2).

Sementara itu, EVP Consumer Loan BCA, Welly Yandoko, mengakui bahwa pihaknya pernah menemukan pengembang yang tidak bertanggung jawab meski kasusnya jarang. Hal tersebut lantaran BCA telah melakukan kurasi ketat dengan menilai rekam jejak serta kinerja pemilik dan pengelola pengembang. 

Menurut Welly kredibilitas pengembang terlihat dari pengalaman mereka di industri properti. Ia juga menyoroti maraknya pengembang yang sebenarnya tidak berasal dari bisnis properti, tetapi mencoba terjun ke sektor ini tanpa pengalaman.

“Kami pernah menemukan developer yang kurang berkomitmen, misal komitmen di awal bisa 18-24 bulan pembangunan selesai, taunya mereka gak bisa,” ujar Willy dalam Mini Studio KPR: Cerdas Sebelum Memilih KPR, Tidak Melulu Soal DP dan Bunga, di ICE BSD Tangerang, Kamis (20/2).

Welly juga menyoroti praktik tidak bertanggung jawab lainnya dari pengembang, seperti masalah administratif, di mana bangunan sudah selesai tetapi dokumen legalitasnya belum tuntas.  Dari kasus itu, ia menegaskan bahwa BCA selalu menindaklanjuti kasus seperti itu agar konsumen tidak dirugikan. BCA komitmen terhadap perlindungan nasabah merupakan hal utama.

Terkait target pembangunan 3 juta rumah oleh pemerintah, Welly mengatakan  keberhasilan program penyaluran KPR sangat bergantung pada dukungan perbankan. Ia berharap perekonomian RI tetap stabil agar penyaluran KPR berjalan lancar dan dapat mendorong pembiayaan di sektor properti.

BCA Expoversary 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (20/2).
BCA Expoversary 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (20/2). (Katadata / nur hana nabila )

Bagaimana Tips & Trik Memilih Pengembang KPR?

SVP Consumer Loan BCA, Hendy Weriko, mengingatkan perlu hati-hati dalam memilih pengembang properti. Ia menyarankan calon pembeli untuk memeriksa rekam jejak pengembang dengan melihat proyek-proyek yang telah dibangun serta membandingkan dengan pengembang lain. 

Selain itu, Hendy juga menekankan agar konsumen tidak malas mencari ulasan dari pembeli sebelumnya yang bisa ditemukan melalui Google Review. Terakhir ia mengingatkan agar legalitas proyek dicek secara menyeluruh untuk menghindari potensi masalah, seperti kepemilikan ganda pada surat tanah.

Di samping itu ia juga membeberkan hal yang harus diperhatikan ketika untuk membeli KPR.  “Mengajukan KPR itu seperti perjalanan ke kota impian. Jika punya biaya lebih, bisa naik pesawat. Jika terbatas, bisa naik bus. Hal yang sama berlaku untuk cicilan KPR,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Hendy Weriko menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ia menyarankan agar kondisi finansial dicek terlebih dahulu, termasuk kesiapan dana darurat. Lalu menyesuaikan tenor cicilan dengan rasio pendapatan agar tidak membebani keuangan di masa depan. 

Jika memilih tenor yang terlalu panjang, ia menyarankan untuk mempertimbangkan faktor ekonomi makro dan mikro yang sifatnya berubah-ubah.

Tips Agar KPR Disetujui Bank

Hendy menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menentukan persetujuan pengajuan KPR. Pertama, pemohon harus memenuhi syarat administratif, seperti kelengkapan dokumen pribadi, bukti penghasilan (slip gaji atau laporan omzet), serta dokumen jaminan seperti sertifikat properti.

Kedua, dokumen yang diajukan harus lengkap dan valid, sesuai dengan kondisi sebenarnya. Bank akan melakukan verifikasi, sehingga penghasilan yang dilaporkan harus sesuai.

Ketiga, besarnya angsuran harus seimbang dengan penghasilan bulanan, baik bagi karyawan maupun pengusaha agar tidak membebani keuangan.

Terakhir, properti yang dijadikan jaminan akan diperiksa lebih lanjut. Nilainya harus sesuai dengan standar pasar dan memiliki potensi likuiditas yang baik. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, ia mengatakan peluang persetujuan KPR akan lebih tinggi.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...