Maybank Indonesia Akhiri 2024 dengan Prospek Menjanjikan


PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) mengumumkan Kinerja Keuangan untuk periode tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 dengan laba sebelum pajak sebesar Rp1,60 triliun.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, Maybank Indonesia telah menutup tahun 2024 dengan prospek yang menjanjikan, ditandai dengan pertumbuhan kredit yang sehat di seluruh segmen inti.
Pertumbuhan ini membuka jalan bagi momentum pertumbuhan yang lebih kuat ke depan. Profitabilitas Bank tetap menjadi fokus untuk tahun mendatang, dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas serta pengelolaan aset.
“Upaya berkesinambungan Maybank Indonesia untuk memperkuat posisinya kembali di segmen nonritel tercermin dari pertumbuhan signifikan pada portofolio pembiayaan Komersial dan usaha kecil dan menengah,” kata Steffano dalam pernyataan tertulis, Jumat (21/2).
Dia melanjutkan, pembiayaan korporasi yang menyasar pada entitas lokal besar telah secara konsisten mendorong pertumbuhan yang kuat dan berkontribusi terhadap pendapatan Bank secara keseluruhan. Bank akan terus mengadopsi pendekatan consumer-centric dalam menghadirkan solusi keuangan kepada nasabah sejalan dengan strategi M25+ Grup Maybank.
“Ini termasuk solusi wealth management, yang secara konsisten mendorong pendapatan fee-based sepanjang tahun, sekaligus memperkuat kapabilitas dan keamanan core system untuk memastikan resiliensi Bank dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bank mencatat tren pertumbuhan laba sebelum pajak pada tiga triwulan di sepanjang 2024. Laba sebelum Pajak pada triwulan IV – 2024 sebesar Rp755 miliar, naik 34,5 persen dari Rp562 miliar pada Triwulan III – 2024. Demikian juga, laba sebelum ajak triwulan IV – 2024 naik 8,1 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak triwulan IV – 2023 yakni sebesar Rp699 miliar.
Bank berfokus pada upaya meraih pertumbuhan ‘super growth’ guna memperkuat fundamentalnya terutama pada segmen-segmen inti seperti, kredit segmen korporasi dalam negeri berskala besar, segmen non-ritel usaha kecil menengah, dan segmen ritel pembiayaan otomotif.
Di samping itu, Bank menerapkan inisiatif strategis bertumpu pada strategi M25+ Grup Maybank yang fokus pada peningkatan operasional bisnis dan kapabilitas teknologi, serta memperkuat pendekatan 'One Maybank' untuk mendorong pertumbuhan melalui segmen-segmen bisnis yang berpotensi tumbuh lebih lanjut.
Dukungan strategis ini telah mendorong pertumbuhan kredit sebesar 10 persen di seluruh segmen inti menjadi Rp127,58 triliun pada 31 Desember 2024 dari Rp116,00 triliun tahun sebelumnya.
Kredit segmen non-ritel Community Financial Services (CFS) naik 19,7 persen menjadi Rp36,87 triliun dari Rp30,81 triliun yang didorong oleh pertumbuhan kredit komersial Business Banking sebesar 25,0 persen, kredit Usaha Kecil Menengah (SME+) sebesar 22,4 persen serta kredit segmen Retail SME (RSME) sebesar 14,1 persen.
Kredit segmen ritel CFS tumbuh 5,8 persen menjadi Rp46,00 triliun dari Rp43,47 triliun ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif anak usaha sebesar 5,9 persen, KPR sebesar 4,7 persen, serta bisnis ritel kartu kredit dan KTA sebesar 11,3 persen.
Kredit korporasi Global Banking juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,2 persen menjadi Rp44,71 triliun dari Rp41,72 triliun yang didukung pertumbuhan kredit segmen Large Local Corporates (LLC) yang signifikan sebesar 65,2 persen dan kredit segmen Financial Institution Group (FIG) yang tumbuh 10,1 persen.
Adapun pembiayaan berkelanjutan tercatat sebesar Rp22,09 triliun pada Desember 2024 didukung pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp17,12 triliun.
Pada tahun yang sama, Bank membiayai sektor transportasi ramah lingkungan sebesar Rp346 miliar dan sektor energi terbarukan sebesar Rp56 miliar. Inisiatif pembiayaan berkelanjutan ini memberikan kontribusi sebesar 19,4 persen terhadap portofolio kredit Bank.
Pertumbuhan kredit yang dibukukan Bank pada 2024 berkontribusi pada peningkatan aset konsolidasian sebesar 14,8 persen menjadi Rp197,18 triliun dari Rp171,80 triliun.
Selain itu, Perbankan Syariah Maybank Indonesia mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 5,0 persen menjadi Rp31,75 triliun dari Rp30,24 triliun tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut seiring dengan pembiayaan CFS Non-ritel yang meningkat sebesar dua digit, serta pembiayaan otomotif roda empat yang juga tumbuh. Aset Perbankan Syariah meningkat sebesar 4,7 persen menjadi Rp42,96 triliun dari Rp41,04 triliun.