Mengintip Aksi Borong Saham AKR Corporindo (AKRA) dan Prospek Jelang Dividen

Nur Hana Putri Nabila
24 Februari 2025, 09:20
Akra
AKR Corporindo
AKR Corporindo

Ringkasan

  • AKR Corporindo (AKRA) masuk dalam Indeks High Dividend 20 (IDXHIDIV20), yang berisi saham pemberi dividen tinggi dan likuid di bursa saham Indonesia.
  • AKRA membukukan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun pada kuartal ketiga 2024, turun 14,1% secara tahunan, sementara pendapatan juga mengalami penurunan sebesar 4,6%.
  • Pengendali AKRA, PT Arthakencana Rayatama dan Presiden Komisaris Soegiarto Adikoesoemo, gencar menambah kepemilikan saham AKRA dalam sebulan terakhir, menunjukkan kepercayaan terhadap kinerja dan prospek perusahaan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menjelang pembagian dividen, AKR Corporindo (AKRA) terus menunjukkan pergerakan positif di pasar saham. Terlebih lagi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar terbaru saham pembagi dividen tinggi mempertahankan AKRA masuk dalam Indeks High Dividend 20 (IDXHIDIV20). 

Dalam pengumuman tersebut, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masuk ke dalam jajaran emiten yang gencar membagikan dividen. Adapun indeks high dividen berisi 20 saham yang dikenal memberikan dividen tinggi dan likuid di pasar modal Indonesia. 

Di bursa saham Tanah Air, AKRA memang menjadi salah satu emiten yang rajin membagi dividen. Pada 2024, AKR Corporindo tercatat membagikan dividen interim untuk tahun buku 2024 pada Agustus dengan total Rp 986,85 miliar atau Rp 50 per saham. 

Apabila melihat laporan keuangannya dalam hingga kuartal ketiga 2024, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan olahan minyak bumi itu membukukan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun. Angka tersebut merosot 14,1% secara year on year (yoy) dari periode yang sama sebelumnya yakni Rp 1,71 pada 2023 lalu.

 Seiring dengan lesunya laba perusahaan, sepanjang sembilan bulan 2024 AKRA membukukan pendapatan Rp 28,61 triliun atau turun 4,6% yoy dari periode yang sama sebelumnya Rp 29,97 triliun pada 2023. Secara rinci, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 28,40 triliun dan pendapatan sewa sebesar Rp 208,89 miliar. 

Di samping itu, saham AKRA terpantau terkoreksi 0,40% ke level Rp 1.230 per lembar saham pada Jumat (21/2). Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp 24,69 triliun. Dalam seminggu terakhir, saham AKRA terpantau melesat 10,81% dan tumbuh 9,82% secara year to date (ytd). 

Riwayat pembayaran dividen AKRA tahun 2019–2023:

TahunDividen per Saham (Rp/Saham)Total Dividen (Rp MilIar)Dividen Payout Ratio (%)
20192244261,3%
20202549453,5%
20212957251,5%
202275148061,6%
2023125246288,6%

Pengendali Terus Tambah Kepemilikan Saham AKRA

Dalam sebulan terakhir, pengendali PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) gencar menambah kepemilikannya di perusahaan perdagangan olahan minyak bumi itu. Misalnya PT Arthakencana Rayatama, selaku pemegang saham mayoritas, menambah kepemilikannya dengan membeli 10.228.300 saham AKRA di kisaran harga Rp 1.092 - Rp 1.118 per saham.

Transaksi ini berlangsung dalam beberapa tahap, yakni pada 30 Januari 2025 sebanyak 2.511.400 lembar, 31 Januari 2025 sebanyak 2.434.800 lembar, dan 4 Februari 2025 sebanyak 4.003.000 lembar saham. Dari aksi tersebut, kepemilikan Arthakencana Rayatama meningkat dari 12.774.098.900 lembar saham atau 63,64% menjadi 12.784.327.200 lembar saham atau setara dengan 63,69%.  

“Status kepemilikan saham langsung,” tulis Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur Arthakencana Rayatama dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (23/2). 

Tak berhenti di situ, Arthakencana Rayatama kembali melanjutkan aksi akumulasi saham AKRA dengan membeli 3.491.400 lembar saham di harga Rp 1.096 - Rp 1.121 per saham. Secara rinci, 2.474.700 lembar saham dibeli pada 6 Februari 2025, 164.900 lembar saham pada 7 Februari 2025, dan 851.800 lembar saham pada 10 Februari 2025. Dengan demikian, kepemilikan sahamnya kini bertambah menjadi 12.787.818.600 lembar atau 63,70%.  

PT Arthakencana Rayatama (AKRT) merupakan pemegang saham mayoritas AKR Corporindo. Sesuai dengan anggaran dasarnya, Presiden Direktur AKRT, Haryanto Adikoesoemo, memiliki wewenang untuk mewakili perusahaan atau dapat diwakili oleh dua anggota direksi AKRT.

Petinggi AKRA Gencar Borong Saham 

Selain itu, Presiden Komisaris sekaligus pengendali AKRA, Soegiarto Adikoesoemo, juga ikut memborong saham. Pada periode 7 hingga 11 Februari 2025, ia membeli total 13.661.500 lembar saham di rentang harga Rp 1.104,64 - Rp 1.124,01 per saham. 

 Adapun ia membeli saham AKRA secara bertahap, dengan rincian 6.210.000 lembar saham pada 7 dan 10 Februari, serta tambahan 5.451.500 lembar saham pada 11 Februari. Dengan aksi ini, kepemilikan Soegiarto naik dari 101.604.800 lembar saham atau 0,506% menjadi 115.266.300 lembar saham atau setara dengan 0,574%.  

“Tujuan dari transaksi untuk investasi,” tulis Soegiarto dalam keterbukaan informasi BEI.

Tak lama hanya itu, Soegiarto kembali memborong saham AKRA sebanyak 14.405.200 lembar saham AKRA di harga Rp 1.105 - Rp 1.110 per saham. Transaksi ini dilakukan pada 12 Februari sebanyak 7.000.000 lembar, 13 Februari sebanyak 5.438.800 lembar, dan 14 Februari sebanyak 1.966.400 lembar saham. Lalu, kepemilikan sahamnya naik menjadi 129.671.500 lembar atau 0,646%.  

Terakhir, pada 17 Februari 2025, Soegiarto membeli lagi 916.000 lembar saham AKRA di harga Rp 1.115 per lembar. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya kini mencapai 130.587.500 lembar saham atau setara dengan 0,651%.  

Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...