Astra International (ASII) Raih Laba Rp 34 Triliun, Pendapatan Naik Selama 2024

Ringkasan
- KLHK mendorong implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dengan meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan.
- Menteri LHK, Siti Nurbaya, menekankan pentingnya pengawasan NEK yang sesuai dengan kebijakan nasional dan penggunaan media yang efektif untuk menjangkau pemangku kepentingan.
- Lokalatih yang diselenggarakan KLHK bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkait NEK, seperti perdagangan karbon, SPEI, dan RBP REDD+.

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 34,05 triliun sepanjang 2024. Laba Astra International tumbuh 0,62% dibandingkan periode yang sama 2023 yakni Rp 33,8 triliun.
Naiknya laba Astra International tercermin dari kenaikan pendapatan ASII sepanjang 2024 yakni 4,53% menjadi Rp 330,9 triliun.Sementara itu pada tahun buku 2023 ASII mencatatkan pendapatan Rp 316,5 triliun.
Melansir laporan keuangan Astra International, secara rinci, pendapatan ASII paling banyak disokong dari penjualan barang Rp 219,6 triliun. Lalu pendapatan turut diraih dari segmen jasa dan sewa yakni Rp 78,3 triliun serta jasa keuangan Rp 32,8 triliun.
Meski begitu terdapat sejumlah beban pokok pendapatan yang mempengaruhi perolehan laba Astra International. Beban pokok paling banyak berasal dari beban pokok bahan baku, barang jadi dan barang habis pakai yang digunakan Rp 183,8 triliun sepanjang 2024 dari sebelum Rp 176,6 triliun.
Kemudian terdapat beban imbalan kerja Rp 27,1 triliun sepanjang 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 24,5 triliun. Astra International juga mencatatkan depresiasi dan amortisasi Rp 18,9 triliun serta terdapat beban perbaikan dan perawatan Rp 13,4 triliun.
Selanjutnya Astra International mencatatkan beban yang berasal dari klaim asuransi dan reasuransi Rp 13,4 triliun sepanjang 2024. Pos selanjutnya, terdapat beban biaya keuangan dari segmen jasa keuangan sebesar Rp 4,1 triliun serta beban-beban lainnya.
Jika diakumulasikan beban pokok pendapatan Astra International mencapai Rp 257,36 triliun sepanjang 2024 dibandingkan periode sebelum Rp 243,25 triliun. Hal ini membuat kinerja ASII sangat berdampak.