Deretan Tokoh Asing di Danantara: Ray Dalio, Jeffrey Sachs hingga Thaksin

Ringkasan
- Terjadi kebakaran besar di Jalan Remaja, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menghanguskan beberapa rumah di area RW 06 dan RW 12 tanpa keterangan jumlah rumah dan korban yang terdampak.
- Pemadaman api berhasil dilakukan hingga api padam sekitar pukul 07.14 WIB dengan bantuan pemecahan pagar beton untuk memudahkan penyiraman, namun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dengan dugaan sementara akibat hubungan arus pendek listrik.
- Kepolisian dan BPBD DKI Jakarta berkolaborasi mendata kerusakan dan korban, dengan informasi awal tidak ada korban jiwa tapi beberapa mengalami luka dan trauma. Tenda darurat untuk warga terdampak akan didirikan di komplek pertokoan Infinia dekat lokasi kebakaran.

Pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia telah mengumumkan susunan pengurus pada Senin (24/3). Sejumlah tokoh global yang ditunjuk mengisi pos jabatan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pengusaha, ekonom hingga mantan perdana menteri.
Beberapa nama yang bergabung antara lain investor kakap Ray Dalio hingga mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Kehadiran tokoh-tokoh internasional ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor global terhadap Danantara.
"Untuk mendapatkan orang-orang yang terpilih kompetensinya, track record jelas ini tidak mudah," kata CEO Danantara Rosan Roeslani dalam konferensi pers hari Senin (24/3).
Berikut ragam tokoh global yang tergabung ke dalam struktur Danantara:
Jeffrey Sachs
Ekonom dan Direktur Center for Sustainable Development di Universitas Columbia, Amerika Serikat, ini menjadi salah satu dewan penasihat Danantara. Ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu penasihat ekonomi Indonesia pascakrisis 1998 silam.
Sachs memiliki gelar PhD di bidang ekonomi dari Harvard University, Amerika Serikat. Iamenimba ilmu di bidang ekonomi dari sarjana (BA) hingga PhD di Harvard University dari 1972 hingga 1980.
Selaku pakar di bidang ekonomi, Sachs kerap menjadi penasihat ekonomi bagi pemerintah di berbagai negara dari 1985 hingga 2000. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mendapat nasihat dari Sachs usai krisis 1998. Posisi ini bisa ia emban karena Sachs adalah seorang profesor ekonomi Harvard University dari 1980 hingga 2002.
Dari Harvard, Sachs bergeser menjadi Direktur Earth Institute di Columbia University, Amerika Serikat dari 2002 hingga 2016. Institut ini berfokus pada ilmu bumi dan aplikasinya terhadap pengambilan keputusan pemerintah dan pengusaha di seluruh dunia. Kini, Earth Institute menjadi bagian dari Columbia Climate School.
Profesor Harvard University ini menerima 42 gelar doktor honoris causa, seperti Legiun Kehormatan berdasarkan keputusan Presiden Republik Prancis, dan Ordo Salib dari Presiden Estonia.
Ia memperoleh Tang Prize pada 2022 terkait pembangunan berkelanjutan serta menjadi co-recipient Blue Planet Prize pada 2015. Ini adalah penghargaan global terkemuka untuk kepemimpinan lingkungan.
Chapman Taylor
Chapman Taylor adalah ahli manajemen investasi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Di Indonesia, ia dikenal sebagai Dewan Pembina Yayasan Karya Salemba Empat atau KSE yang memberi beasiswa ke mahasiswa. Yayasan ini sudah berdiri sejak 1995 dan memberi beasiswa ke ribuan mahasiswa Indonesia tiap tahunnya.
Nama Taylor juga kerap muncul dalam berbagai organisasi nirlaba. Ia menjadi anggota dewan di OneSky dan For Love of Children yang berfokus pada perkembangan anak-anak.
Dalam menjalankan perannya sebagai Dewan Penasihat di Danantara, Taylor duduk sejajar dengan Ray Dalio, Jeffrey Sachs, Helman Sitohang, dan Thaksin Shinawatra.
Taylor awalnya mengemban gelar sarjana di bidang fisika dan teologi di Tulane University, Amerika Serikat dari 1977 hingga 1982. Empat tahun kemudian, ia mulai belajar keuangan dari The Wharton School, University of Pennsylvania dan mendapat gelar Master of Business Administration pada 1988.
Pekerjaan pertama Taylor adalah sebagai konsultan di SRI International and Strategic Planning Associates dari 1989 hingga 1994. Di sini, ia memberi masukan strategis bagi perusahaan di ASEAN, Amerika Serikat, dan Inggris.
Ia lalu pindah ke Capital Group sebagai Research Director dan Equity Investment Analyst dari 1994 hingga sekarang. Taylor juga menjabat sebagai manajer portofolio ekuitas di perusahaan tersebut.
Di sini, ia fokus pada layanan telekomunikasi Asia, kecuali Jepang, serta menjadi generalis untuk pasar Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.
Ray Dalio
Ray Dalio merupakan Pendiri Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia. Ia tergabung dalam susunan Dewan Penasihat Danantara.
Pada 2017, Ray Dalio menerbitkan buku 'Principles: Life and Work'. Melalui buku itu pula ia membagikan wawasannya mengenai penerapan prinsip-prinsip ekonomi untuk mengatasi tantangan global termasuk ketidaksetaraan dan perubahan iklim.
Pria kelahiran 8 Agustus 1949 ini mendirikan Bridgewater pada 1975 di New York. Berdasarkan catatan Forbes, Dalio merupakan orang terkaya nomor 141 di dunia saat ini dengan total kekayaannya US$14 miliar atau sekitar Rp 217,45 triliun bila mengacu pada kurs Rp 15.532 per dolar AS.
Dengan konsep 'Radical Transparency' dan 'Idea Meritocracy' yang diterapkan di Bridgewater, ia menginspirasi banyak organisasi di luar industri keuangan. Banyak eksekutif terutama di bidang keuangan meniru konsep keterbukaan, kejujuran, dan pemberdayaan karyawan yang dikembangkan Ray.
Berikutnya...