AKRA Akan Tambah 20 SPBU Tahun Ini, Pakai Kas Internal
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan menambah 15 sampai 20 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU tahun ini. Perusahaan diperkirakan mengeluarkan Rp 1,5 triliun – Rp 1,6 triliun untuk ekspansi.
Seluruh dana tersebut akan diambil dari kas internal, dengan total kas Rp 5,07 triliun. Direktur and Corporate Secretary AKRA Suresh Vembu menyampaikan perusahaan belum berencana melakukan aksi korporasi tahun ini.
“Fokus kami dalam mengembangkan SPBU yakni Indonesia Timur, Borowari, Kalimantan, Balaran, dan wilayah lainnya,” ujar Suresh saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST di AKR Gallery, Jakarta, Senin (28/4).
Selain menambah jumlah SPBU, AKRA akan menambah armada kapal dan truk sesuai kebutuhan. AKRA juga menargetkan penjualan lahan 100 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate alias KEK JIIPE tahun ini.
“Kami juga terus mengembangkan fasilitas di kawasan industri Jawa Indonesia, termasuk pengembangan pelabuhan dengan fasilitas bongkar muat kapal,” kata Suresh.
Pada kesempatan itu, Suresh memerinci kinerja keuangan AKRA selama kuartal pertama. Pendapatan naik 4,4% menjadi Rp 10,26 miliar dan laba bersih turun 5% menjadi Rp 565 juta. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi alias EBITDA mencapai Rp 817 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, laba bruto AKRA naik dari Rp 894,09 miliar menjadi Rp 926,60 miliar. Sementara itu, laba usaha turun dari Rp 692,32 miliar menjadi Rp 685,74 miliar.
Beban pokok penjualan naik dari Rp 8,91 triliun menjadi Rp 9,32 triliun.
Total liabilitas turun dari Rp 18,48 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp 17,37 triliun per Maret 2025. Begitu juga aset, dari Rp 33,1 triliun menjadi Rp 32,64 triliun pada periode yang sama.
Suresh menjelaskan laba bersih turun karena belum membukukan penjualan tanah pada kuartal pertama. “Pada April, kami telah mencatatkan penjualan tanah seluas 20 hektare,” ujar dia.
