Mimpi Danantara Bikin Indonesia Dikenal Lewat Kualitas SDM
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia meneropong lembaga pengelola investasi pemerintah ini dalam sepuluh tahun ke depan. Danantara adalah dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund Indonesia, yang akan mengelola aset mencapai US$ 900 miliar atau setara Rp 15.000 triliun.
CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir optimistis akan menjadikan Danantara sebagai lembaga terbesar dalam pengembangan sumber daya manusia. Jika Indonesia selama dikenal karena kekayaan alamnya, Ia berharap Indonesia nantinya dikenal karena kualitas manusia unggul yang dibentuk di Danantara.
Menurutnya, Danantara akan menjadi tempat yang elit tapi tetap terbuka bagi siapa saja. Saat ini, menurut dia, fokus Danantara adalah mendorong semua orang yang terlibat untuk berani keluar dari zona nyaman dan erus berkembang.
“I will push and push and push, kenapa? Because all of you can do it,” ucap Pandu dalam acara Ceremony BSI International Expo 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (26/6).
Pandu menyebut dirinya ingin meminimalkan urusan politik dalam organisasi dan lebih fokus mengembangkan kemampuan manajerial para talenta di Danantara. Menurutnya, apabila visi ini berhasil, maka dalam 10 tahun ke depan, Danantara dan perusahaan-perusahaan di dalamnya akan dikenal sebagai yang terbaik di dunia.
Danantara Siapkan Investasi Rp 81,4 Triliun Tahun Ini
Pandu Sjahrir sebelumnya mengatakan Danantara akan mengedepankan aspek komersialisasi dan pengembalian investasi dalam setiap proyek yang mendapatkan investasinya. "Paling penting bagi Danantara adalah tingkat pengembalian investasi dan komersialitas sebuah kegiatan," kata Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir di Taman Sriwedari Cibubur, Minggu (1/6).
Ia sempat menyebutkan sembilan sektor prioritas yang menjadi fokus investasi Danantara. Kesembilan sektor itu ditinjau berdasarkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dan selaras dengan visi misi panduan dalam pendirian Danantara.
Sektor-sektor tersebut, yakni pertama, industri downstream atau hilir seperti mineral, nikel serta timah dan bauksit. Kedua, sektor upstream atau hulu yang memproduksi minyak dan gas. Ketiga, sektor manufaktur yang memprioritaskan peluang Cina dalam ekosistem EV dan energi terbarukan.
Keempat adalah sektor ketahanan pangan yang memayungi budidaya perairan. Kelima, infrastruktur digital yang merangkum pusat data dan konektivitas. Keenam, infrastruktur air serta limbah.
“Danantara akan memprioritaskan investasi pada bendungan air, pengelolaan air, dan tempat pembuangan sampah baru,” kata Pandu.
Ketujuh, sektor keamanan energi yang mencakup energi terbarukan, pembangkit listrik, transmisi, kilang petrokimia dan bioenergi. Kedelapan, sektor real estat strategis dengan investasi pada kompleks olahraga dan mice, kawasan industri, dan real estate. Kesembilan, sektor baru seperti pusat data komputasi AI, manufaktur semi konduktor canggih dan sebagainya.
