Strategi KRYA Genjot Penjualan 1 Juta Motor Listrik Usai Akuisisi 51% Saham ECGO

Nur Hana Putri Nabila
11 Agustus 2025, 07:54
Strategi KRYA usai beli saham ECGO, ECGO Target penjualan 1 juta motor listrik,
Dok. ECGO EV Moto
Ilustrasi, sepeda motor listrik buatan ECGO EV Moto, ECGO 3.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten yang bergerak di bidang konstruksi umum dan konstruksi baja, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk atau KRYA menargetkan penjualan satu juta motor listrik pasca-akuisisi 51% kepemilikan saham pengendali PT Green City Traffic atau dikenal merek ECGO.

CEO ECGO yang akan menjabat sebagai Presiden Direktur KRYA, William Teng mengungkapkan Green City Traffic membangun fondasi kuat di pasar motor listrik Indonesia selama tujuh tahun terakhir.

Perusahaan mengembangkan ekosistem terintegrasi yang mencakup desain dan produksi kendaraan, riset serta penyewaan baterai, jaringan stasiun penukaran baterai hingga platform manajemen digital.

“Dalam lima tahun ke depan, ECGO menargetkan penjualan kumulatif minimal satu juta unit motor listrik,” ujar William dalam keterangan pers, dikutip Senin (11/8).

Selain itu, ECGO mempunyai platform manajemen kendaraan dan pengendalian risiko berbasis online. Pengemudi yang lolos seleksi dapat menyewa motor ECGO dengan tarif harian mulai Rp 39.000 untuk unit dengan dua baterai.

Pengemudi juga bisa mengisi daya di rumah atau menukar baterai di stasiun penukaran ECGO sehingga menghemat biaya operasional. William mengatakan rata-rata pengemudi ojek online yang memakai motor ECGO memperoleh pendapatan tambahan sekitar Rp 1,2 juta per bulan dibandingkan pengguna motor berbahan bakar bensin.

Sumber Pendapatan Jangka Panjang KRYA

William mengatakan, selain meraup margin kotor hingga 40% dari penjualan motor dan baterai, bisnis penyewaan baterai akan menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang stabil. 

Dengan teknologi protokol tertutup, motor ECGO hanya dapat beroperasi menggunakan baterai ECGO, sehingga menjamin permintaan penyewaan berkelanjutan.

Perusahaan juga memperoleh pendapatan signifikan dari layanan perangkat lunak dengan dealer memanfaatkan platform ECGO untuk memantau kendaraan, memproses pembayaran, dan mengelola risiko. William membeberkan rata-rata setiap pengemudi menyumbang pendapatan bersih sekitar Rp 1,8 juta per tahun bagi ECGO. 

William menyebut apabila dalam lima tahun ke depan terdapat satu juta pengemudi aktif, pendapatan bersih dari biaya platform bisa mencapai Rp 1,8 triliun per tahun.

“Saat ini, permintaan motor ECGO melebihi pasokan, dengan lebih dari 70.000 pengemudi sudah mendaftar dalam daftar tunggu,” ujar William.  

Pasca-akuisisi KRYA bakal melakukan penawaran umum terbatas atau right issue dan menargetkan dana Rp 200 miliar – Rp 300 miliar. Dana ini untuk mendukung ekspansi ECGO pada 2026, dengan target penjualan gabungan 55 ribu unit di pasar ojol dan non-ojol.

ECGO telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN 56%, sehingga dua model motor listrik berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah Indonesia. 

William optimistis, apabila kebijakan subsidi 2023 – 2024 berlanjut, dalam lima tahun ke depan motor listrik bisa menyumbang lebih dari 30% penjualan motor nasional. ECGO menargetkan bisa menguasai lebih dari 15% pangsa pasar.

“Hal ini akan membantu pemerintah menghemat subsidi BBM, mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara Jakarta, dan mendukung target netral karbon Indonesia pada 2060,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...