Danantara Ungkap Skenario Patriot Bonds Himpun Dana Rp50 T, Intip Proyek Incaran
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mengumumkan rencana meluncurkan obligasi patriotik atau Patriot Bonds. Lewat obligasi ini, Danantara disebut akan menghimpun dana hingga US$ 3,1 miliar atau setara Rp 50 triliun.
BPI Danantara menyebut, instrumen ini akan diterbitkan melalui skema private placement senilai puluhan triliun rupiah kepada para pebisnis terkemuka. Dana yang terkumpul akan diarahkan ke sektor strategis, mulai dari transisi energi, penciptaan lapangan kerja hingga perlindungan lingkungan.
"Ini adalah modal yang akan menjadi persenjataan kita untuk mencapai kemakmuran termasuk lama setelah obligasi tersebut jatuh tempo," tulis Danantara dalam keterangan yang dikutip Selasa (26/8).
Lewat obligasi ini, Danantara akan mengincar dana dari para business leaders atau konglomerat Tanah Air. Adapun kupon yang diberikan akan berada di bawah harga pasar yang berlaku.
Lantas apa itu Patriot Bond atau obligasi patriotik yang akan digarap oleh Danantara?
Apa itu Patriot Bonds yang Diluncurkan Danantara?
Merujuk rilis yang disiarkan Danantara melalui laman Linkedin, Patriot Bond atau obligasi patriotik merupakan instrumen pendanaan berbentuk obligasi khusus dengan skema private placement. Obligasi ini akan ditawarkan kepada pengusaha besar Tanah Air dengan penjualan obligasi dikelola oleh Mandiri Sekuritas.
“Hal ini memungkinkan mereka menyalurkan kekayaan mereka ke hal yang lebih besar, bukan hanya proyek dari perusahaan masing-masing,” tulis Danantara.
Dana hasil obligasi tersebut akan dialokasikan ke sektor strategis nasional mulai dari transisi energi, menciptakan lapangan pekerjaan hingga melindungi lingkungan.
"Itulah sebabnya Danantara Indonesia meluncurkan Patriot Bonds, mengajak para pemimpin bisnis kami untuk mengumpulkan sumber daya bagi proyek-proyek jangka panjang dan berdampak tinggi di berbagai sektor," tulisnya.
Inisiatif dan Sasaran Patriot Bonds
Latar belakang penggalangan proyek yang bertajuk Patriot Bonds: A Love Letter for Indonesia’s Future ini karena Danantara menyoroti Indonesia yang tengah menghadapi sejumlah masalah. Misalnya, lulusan bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) yang hanya tercatat 20% dari total angkatan kerja, jauh tertinggal dibanding Malaysia (43,5%) dan Singapura (36,6%).
Selain itu, Skor PISA Indonesia juga masih di bawah rata-rata global, sementara lapangan kerja khusus di sektor hilir masih terbatas. Di sisi lain Danantara juga menyoroti ada tantangan demografi.
Dalam keterangannya, Danantara menyatakan, pada 2045 sekitar 20% penduduk Indonesia diproyeksikan berusia di atas 60 tahun. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengurangi produktivitas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Masalah lingkungan pun kian mendesak dengan produksi sampah nasional sekitar 32 juta ton per tahun yang berpotensi meningkat dua kali lipat pada 2045, sementara tempat pembuangan sudah penuh dan polusi udara terus meningkat.
Danantara menilai Indonesia membutuhkan terobosan baru agar tidak terjebak dalam pola lama. Berbekal pengalaman negara lain, ia menyampaikan reformasi besar dapat membawa perubahan.
Danantara mencontohkan, yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dua digit setelah membuka diri pada 1978. Sementara Vietnam mengurangi tingkat kemiskinan dari 70% menjadi kurang dari 6% lewat reformasi Doi Moi (reformasi) pada 1986.
Adapun Indonesia melalui Dannatara ingin menerapkan konsep serupa melalui kemitraan publik dan swasta. Danantara menyebut, investasi tidak hanya mengandalkan dividen BUMN, tetapi juga pinjaman bank, investasi bersama dengan investor lain, hingga berbagai kemungkinan lainnya.
Patriot Bond dirancang bukan semata untuk keuntungan finansial jangka pendek. Kuponnya memang lebih rendah dari tingkat pasar, tetapi instrumen ini menekankan imbal hasil sosial dan lingkungan.
Meski perubahan tidak terjadi dalam semalam, Patriot Bond diharapkan dapat menjadi warisan jangka panjang dengan menciptakan nilai bukan hanya bagi pemegang saham, tetapi juga masyarakat luas. Semangat ini, menurut BPI Danantara, selaras dengan gotong royong, tradisi Indonesia dalam bekerja bersama demi tujuan bersama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata, Patriot Bonds rencananya akan digulirkan dalam dua seri yaitu tenor lima tahun dan tujuh tahun dengan nilai masing masing Rp 25 triliun. Adapun penerbitan obligasi direncanakan pada 1 Oktober.
