Emiten Grup Djarum SSIA Akan Bagikan Dividen meski Merugi

Karunia Putri
9 September 2025, 07:47
 PT Surya Semesta Internusa Tbk , ssia bagikan dividen, grup djarum,
Katadata / nur hana nabila
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten Grup Djarum PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berkomitmen tetap membagikan dividen dengan rasio sekitar 30% dari laba bersih, meskipun kini perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan.

Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan pembagian dividen sudah menjadi kebijakan korporasi. “Ke depan kami tetap membagikan dividen dan pada umumnya rasio sekitar 30% dari net profit,” ujar dia dalam Public Expose Live 2025 secara virtual, Senin (8/9).

Meskipun berkomitmen tetap membagikan dividen, SSIA memproyeksikan laba bersih sampai akhir 2025 hanya Rp 200 miliar atau turun 14,5% dari realisasi tahun lalu Rp 234 miliar.

SSIA mencatatkan rugi bersih Rp 32,34 miliar selama Semester I. Torehan ini berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perusahaan untung Rp 105,62 miliar.

Pendapatan usaha SSIA Rp 2,11 triliun selama semester I atau turun 9,8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,34 triliun.

Rincian pendapatan SSIA sebagai berikut:

  • Jasa konstruksi Rp 1,56 triliun
  • Hotel Rp 210,55 miliar
  • Tanah kawasan industri Rp 167,16 miliar
  • Jasa pemeliharaan dan utilitas Rp 162,50 miliar
  • Sewa Rp 9,02 miliar

Rencana Bisnis SSIA

Dia juga mengungkapkan perseroan tengah menjajaki sejumlah peluang kerja sama, baik di sektor fiber optic, energi atau power dan utility seperti air, wastewater treatment plant maupun gas.

Selain itu, SSIA membuka peluang kolaborasi dengan emiten Grup Barito PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menurut dia memiliki ketertarikan pada sektor infrastruktur dan utilitas. 

Kendati demikian, ia menyatakan kerja sama itu masih tahap awal. Ia juga menyebut SSIA dan TPIA telah melangsungkan pertemuan.

“Belum ada yang konkret. Pada saatnya, mungkin kami akan sampaikan ke publik,” kata Johannes.

Ia menambahkan, minat TPIA juga diarahkan pada pengembangan kawasan industri, sejalan dengan kepemilikan mereka di kawasan industri Patimban. Saat ini, penjajakan kerja sama masih tahap eksplorasi.

SSIA tengah menggarap proyek untuk pabrik raksasa otomotif listrik asal Cina, PT BYD di tanah kawasan industri Subang Smartpolitan.

Alokasi lahan di Subang Smartpolitan terdiri atas 1.069 hektare untuk kavling industri, 98 hektare untuk kawasan komersial, 163 hektare untuk ruang terbuka hijau, 307 hektare untuk utilitas dan infrastruktur, 32 hektar untuk fasilitas publik dan 766 hektare untuk pengembangan ke depan.

Proyek pengembangan pabrik BYD ditargetkan rampung tahun ini, sesuai komitmen kepada pemerintah. Setelah beroperasi, kapasitas produksi pabrik akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 150.000 unit per tahun.

Pergerakan Saham SSIA

Saham Surya Semesta Internusa (SSIA) ditutup terkoreksi 6,10% pada perdagangan Senin (8/9). Pergerakan sahamnya melandai bila dilihat dalam rentang waktu satu pekan terakhir dengan koreksi sebesar 11,11%.

Kendati demikian, saham SSIA melesat 93,24% sejak tiga bulan terakhir dan telah naik 48,70% sejak awal tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...