Mensesneg: Pemerintah Kaji Kemungkinan Kementerian BUMN Dilebur ke Danantara

Muhamad Fajar Riyandanu
19 September 2025, 15:57
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah tengah mendalami upaya peleburan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke dalam struktur Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Sejak berdirinya Danantara fungsi koordinasi dan pengelolaan BUMN pun  telah beralih dari Kementerian BUMN. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan rencana untuk menyatukan Kementerian BUMN ke dalam tubuh Danantara itu kini sedang dalam tahap kajian internal.  Langkah tersebut menimbang fungsi pembinaan dan manajemen perbaikan BUMN saat ini sudah banyak dijalankan oleh Danantara.

“Pertimbangannya banyak, salah satunya karena proses pelaksanaan pembinaan dan manajemen perbaikan itu sekarang sedang dikerjakan oleh Danantara,” kata Prasetyo dalam di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (19/9).

Politisi Partai Gerindra itu menekankan opsi peleburan Kementerian BUMN ke Danantara kian terbuka seiring dengan kajian yang berlangsung saat ini. “Memang ada kemungkinan. Tapi memang masih dalam proses kajian dan diskusi,” ujar Prasetyo.

Wacana peleburan Kementerian BUMN ke Danantara menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menggeser Erick Thohir dari Menteri BUMN menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Sementara itu posisi Menteri BUMN saat ini diserahkan Prabowo kepada Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria untuk menjabat pelaksana tugas. 

Prasetyo mengatakan Dony akan mengisi posisi pelaksana tugas sampai presiden menunjuk menteri definitif. Adapun sosok yang akan mengisi kursi menteri menurut Prasetyo bisa saja berasal dari luar kementerian BUMN dan merupakan figur baru. 

"Menteri BUMN definitif memang belum ditunjuk karena kita masih mencari sosok karena berpindahnya tugas Erick Thohir ke olahraga,” ujar Prasetyo di Istana Negara usai pelantikan pejabat baru. 

Wacana Peleburan Kementerian BUMN ke Danantara Menguat

Sebelumnya Sebelumnya, pengamat BUMN dari NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan pergeseran Erick Thohir ke Menpora berkaitan erat dengan eksistensi Kementerian BUMN. Ia menyebut kementerian BUMN sebaiknya tidak perlu ada lagi karena saat ini sudah ada BPI Danantara.

“Sedangkan regulasi kan bisa diatur oleh kementerian masing-masing,”  ucapnya kepada Katadata.co.id, Rabu (17/9). 

Tak hanya itu, ia menilai mantan Menteri BUMN tersebut telah berhasil melanjutkan konsolidasi BUMN melalui pembentukan holding agar kinerja perusahaan negara lebih efisien. Meski konsolidasi BUMN karya belum rampung, sejumlah proses lainnya dinilai sudah berjalan baik, seperti di InJourney, Pelindo, dan MIND ID.

Dari sisi lain, ia menilai pada masa kepemimpinan Erick Thohir, sebelum adanya Danantara, BUMN terkesan kurang hati-hati. Misalnya dalam penempatan komisaris, selain mengakomodasi politisi, ada juga yang diangkat meski belum berpengalaman kerja.

Ia juga menyoroti lemahnya kontrol risiko dan audit di BUMN, yang terbukti dari maraknya kasus korupsi yang berlangsung bertahun-tahun. Menurutnya, kondisi seperti ini seharusnya bisa dicegah sejak awal.

“Karena itu, menurut saya, pergantian Erick ini sekaligus bisa jadi momentum melikuidasi lembaga Kementerian BUMN,” ucapnya kepada Katadata.co.id, Rabu (17/9). 

Sementara itu Pengamat BUMN sekaligus Managing Director Lembaga Manajemen FEB UI, Toto Pranoto, menilai pindahnya Erick ke posisi Menpora sesuai apabila dilihat dari kompetensi dan pengalaman kerjanya.  

Ia menilai, dalam posisi sebelumnya sebagai Menteri BUMN, peran Erick menjadi kurang optimal karena kewenangan Kementerian BUMN kini lebih banyak terbatas pada fungsi sebagai dewan pengawas Danantara. Padahal, menurutnya, Erick punya potensi besar di bidang pengelolaan bisnis dan olahraga. 

Hal senada juga disampaikan ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Ia menilai Erick Thohir adalah sosok yang memiliki passion besar di bidang olahraga. 

"Tentang Kementrian BUMN, beberapa tugas berat sudah ditransfer ke Danantara. Salah satu wamen BUMN di-promote jadi menteri, saya rasa bisa jadi solusi yg memadai,” kata Wijayanto ketika dihubungi Katadata.co.id, Rabu (17/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...