Trump Klaim Disabotase Tiga Rangkap di PBB: Secret Service Sedang Investigasi

Agustiyanti
25 September 2025, 06:42
trump, pidato, pbb
UN Photo/Loey Felipe
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato selama hampir satu jam dalam sesi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (23/9), waktu setempat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Badan Pengamanan Presiden atau Secret Service sedang menyelidiki dugaan sabotase  atas pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Trump menuduh bahwa kerusakan eskalator, kegagalan teleprompter, dan masalah suara mengganggu penampilannya di PBB pada Selasa (23/9) adalah sabotase.

Trump, dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, mengatakan bahwa  eskalator yang membawanya dan istrinya Melania "berhenti mendadak" dalam perjalanan ke lantai utama dan hampir menyebabkan mereka jatuh. Ia menyerukan penangkapan siapa pun yang bertanggung jawab.

Ia juga mengatakan teleprompternya mati di awal pidatonya dan para pemimpin dunia di aula tidak dapat mendengarnya karena pengeras suara yang rusak. "Bukan satu, bukan dua, tetapi tiga peristiwa yang sangat mengerikan!" tulis Trump.

Para pejabat PBB menyampaikan bahwa sistem pengaman otomatis eskalator sempat aktif. Sedangkan teleprompter dioperasikan oleh Gedung Putih, bukan organisasi tersebut.

Trump yang menyebut rangkaian peristiwa tersebut sebagai "sabotase rangkap tiga", mengatakan telah meminta PBB untuk menyimpan rekaman kamera keamanan dan menuntut penyelidikan. Ia mengatakan Secret Service sedang menyelidiki masalah ini.

Para pejabat PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar atas seruan Trump untuk penyelidikan.

Juru bicara PBB Stéphane Dujarric pada Senin mengatakan, berdasarkan data dari sistem pusat eskalator, alat itu berhenti setelah fitur pengaman otomatis di bagian sisir atas tangga aktif. Hal ini, menurut dia, kemungkinan terjadi karena juru kamera Trump terlihat berjalan mundur menaiki eskalator untuk merekam kedatangan Trump bersama ibu negara. "Juru kamera itu mungkin secara tidak sengaja mengaktifkan fungsi pengaman," ujarnya.

Seorang pejabat PBB juga mengatakan bahwa Gedung Putih telah mengoperasikan teleprompternya sendiri.

Menanggapi tuduhan bahwa para delegasi tidak dapat mendengar Trump, pejabat tersebut mengatakan bahwa sistem suara dirancang agar orang-orang di tempat duduk mereka dapat mendengar pidato yang diterjemahkan ke dalam enam bahasa berbeda melalui earphone.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...