Prabowo Janji Bersih-bersih BUMN dalam 3 Tahun: Saya Kirim Kejaksaan dan KPK
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembenahan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat rampung maksimal dalam 3 tahun ke depan. Prabowo berharap bersih-bersih BUMN bisa meningkatkan kualitas menajemen sehingga menghasilkan keuntungan yang siginifikan nantinya.
"Saya kasih kesempatan BUMN dalam 2—3 tahun kita bersihkan," kata Prabowo saat menyampaikan ceramah di Penutupan Musyawarah Nasional ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Senin (29/9) seperti disiarkan dalam Youtube PKS.
Ia mengataikan saat ini banyak aset BUMN yang masih dikelola secara kurang optimal. Prabowo turut memberi contoh adanya direksi yang tetap menerima bonus meski BUMN yang dipimpinnya merugi.
"Brengsek benar itu. Saya mau kirim kejaksaan dan KPK untuk kejar yang itu," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo telah melarang pemberian kompensasi tantiem kepada komisaris BUMN. Ia beralasan, pemberian tantiem tersebut tidak masuk akal.
“Tantiem akal-akalan saja, sehingga kita tidak tahu apa itu tantiem. Masa ada komisaris, yang rapat sebulan sekali, tantiem Rp 40 miliar setahun,” kata Prabowo saat pidato nota keuangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
Prabowo juga meminta agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tak menyiapkan tantiem jika merugikan negara. Prabowo menegaskan apabila direksi dan komisaris BUMN tidak setuju segera mundur dari jajaran direksi dan komisaris BUMN.
"Ini serius, tidak masuk akal. Jadi direksi dan komisaris (yang) tidak bersedia tidak menerima tantiem, berhenti! banyak anak muda yang mampu dan siap menggantikan mereka,” tegas Prabowo.
