10 Orang Terkaya Indonesia Oktober, Harta Prajogo 2 Kali Lipat Bos Grup Djarum

Karunia Putri
3 Oktober 2025, 11:24
Orang Terkaya di Dunia 2025
Unsplash
Orang Terkaya di Dunia 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kekayaan konglomerat Tanah Air terus bertambah seiring dengan kinerja positif lini bisnisnya. Berdasarkan data Forbes Billionaires, konglomerat Prajogo Pangestu masih bertengger di posisi nomor 1 sebagai orang terkaya di Indonesia per hari ini, Jumat (3/10). 

Di level dunia, Prajogo menjadi orang terkaya peringkat 45 dunia. Merujuk data terbaru, kekayaan Prajogo mencapai US$ 40,9 miliar atau setara dengan Rp 679,43 triliun. Melejitnya kekayaan Prajogo salah satunya disebabkan usai salah satu anak usaha Grup Barito, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025 lalu. 

Harta kekayaan Prajogo ini jauh di atas Hartono bersaudara konglomerat di belakang Grup Djarum. Merujuk data Forbes jika ditotal harta kekyataan R Budi Hartono dan Michael Hartono hanya Rp 619,18 triliun. Mereka berdua berada di posisi kedua dan ketiga. 

Pada Mei lalu, posisi puncak itu sempat ditempati oleh pengendali bisnis batu bara PT Bayan Resources (BYAN), Luck Tuck Kwong. Saat ini kekayaan Kwong mencapai US$ 24,9 miliar, terpaut sebesar US$ 16 miliar dari kekayaan Prajogo.

Bila merujuk data perdagangan efek pukul 09.21 WIB, harga saham CDIA berada di Rp 1.725 dari harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Rp 190 per saham. Dengan begitu, harga saham CDIA telah melesat 807,89%. 

Sebanyak 60% saham CDIA dipegang oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menjadi salah satu entitas bisnis Prajogo. Adapun Prajogo merupakan pengendali TPIA dengan kepemilikan saham 5,3%.

Selain faktor CDIA, kekayaan Prajogo juga terkerek entitas bisnis lainnya. Misalkan saja PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harga sahamnya meroket 319,57% sejak awal tahun. Hari ini, harga saham BRPT mencapai Rp 3.860 dari posisi 935 pada 2 Januari 2025, sehingga harga saham BRPT naik sebesar Rp 2.925. 

BRPT telah melakukan beberapa kali pemecahan saham atau stock split. Prajogo sebagai pengendali BRPT menggenggam sebanyak 71,36% dari total saham BRPT yang beredar, atau sebanyak 66,90 miliar lembar saham. 

Bila dikalkulasikan, maka keuntungan yang diperoleh Prajogo dari kenaikan harga saham BRPT sebesar Rp 195,68 miliar. Sepak terjang Prajogo di dunia bisnis bermula ketika ia bekerja di PT Djajanti Group. 

Selama tujuh tahun bekerja di Djajanti Group, Prajogo menunjukkan kemampuannya hingga dipercaya menjabat sebagai General Manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik. Menjelang akhir 1970-an, Prajogo memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mulai merintis bisnis sendiri di sektor perkayuan. 

Ia kemudian mendirikan Barito Pacific Timber yang kemudian mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1993. Namun, setelah mengurangi lini bisnis perkayuan pada 2007, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Barito Pacific kemudian menjadi gurita bisnis bernama Grup Barito Pacific. Perjalanan ekspansi dimulai setelah mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia Chandra Asri pada 2007. 

Kemudian, pada 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Pada Juli 2021, Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri.

Kini, Barito Group dikelola oleh generasi kedua, yakni putranya Agus Salim Pangestu. Pada Maret 2022, kantor keluarga Pangestu mengakuisisi 33% saham perusahaan energi panas bumi Star Energy dari BCPG Thailand senilai US$ 440 juta. 

Pundi-pundi kekayaan Prajogo semakin melimpah setelah anak perusahaan TPIA, yakni CDIA  melantai di BEI menyusul dua perusahaan Prajogo lainnya yang lebih dulu debut di BEI. Yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). 

Bos IMPC Haryanto Tjiptodihardjo Masuk Daftar Elite

Merujuk data Forbes Billionaires, terdapat beberapa nama naga lainnya yang menjadi orang-orang terkaya di Indonesia. Seperti Hartono bersaudara, yakni R. Budi Hartono dengan kekayaan mencapai US$ 19,2 miliar serta Michael Hartono yang kekayaannya mencapai US$ 18,5 miliar. Kedua saudara tersebut memiliki gurita bisnis di berbagai sektor. Mulai dari rokok melalui Grup Djarum dan sektor perbankan, yakni raksasa bank PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). 

Hartono bersaudara memiliki BBCA lewat perusahaannya, PT Dwimuria Investama Andalan yang menjadi pengendali BBCA dengan kepemilikan sebesar 54,94% dari total saham BBCA yang beredar, atau sebanyak 67,73 miliar saham.

Kemudian ada nama Otto Toto Sugiri, pemilik saham paling mahal di bursa, PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Hari ini, harga saham DCII berada di Rp 277.750 per saham. Harga tersebut telah melesat 559,74% sejak awal tahun yang masih berada di posisi Rp 42.100. 

DCII merupakan perusahaan penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia yang menjadi salah satu pelopor di bidang data center. DCI Indonesia menyediakan infrastruktur pusat data yang besar dan memiliki sertifikasi internasional Tier IV. 

Daftar 10 Orang Terkaya di Tanah Air Versi Data Forbes Billionaires:

  1. Prajogo Pangestu, kekayaan mencapai US$ 40,9 miliar setara dengan Rp 679,43 triliun
  2. Low Tuck Kwong, kekayaan mencapai US$ 24,9 miliar setara dengan Rp 413,63 triliun
  3. R. Budi Hartono, kekayaan mencapai US$ 19,2 miliar setara dengan Rp 318,95 triliun
  4. Michael Hartono, kekayaan mencapai US$ 18,5 miliar setara dengan Rp 302,33 triliun
  5. Otto Toto Sugiri, kekayaan mencapai US$ 12,4 miliar setara dengan Rp 205,98 triliun
  6. Tahir & Family, kekayaan mencapai US$ 10,8 miliar setara dengan Rp 179,40 triliun
  7. Marina Budiman, kekayaan mencapai US$ 9 miliar setara dengan Rp 149,50 triliun
  8. Sri Prakash Lohia, kekayaan mencapai US$ 8,8 miliar setara dengan Rp 146,18 triliun
  9. Mochtar Riady & Family, kekayaan mencapai US$ 6,7 miliar setara dengan Rp 111,30 triliun
  10. Haryanto Tjiptodihardjo, kekayaan mencapai US$ 6 miliar setara dengan Rp 99,67 triliun



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...