Danantara Ungkap Potensi Koreksi Nilai Dividen BUMN Tahun Buku 2025, Mengapa?
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan P Roeslani mensinyalir dividen perusahaan negara untuk tahun buku 2025 akan susut dari capaian tahun lalu senilai Rp 85,5 triliun. Hal itu terjadi lantaran seluruh perusahaan pelat merah telah diinstruksikan untuk tidak mempercantik laporan keuangan.
Rosan mengatakan penunjukkan pelaporan keuangan secara riil merupakan bagian dari strategi peningkatan dividen BUMN senilai Rp 165 triliun pada 2029. Menurutnya, Danantara perlu mengetahui kondisi masing-masing BUMN sebelum melakukan evaluasi dan optimalisasi aset.
"Kami di Danantara ingin menampilkan laporan keuangan yang apa adanya, itu kami sampaikan ke seluruh BUMN. Jadi, dividen tahun ini akan ada koreksi karena langkah ini kami lakukan cukup masif," kata Rosan di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10).
Rosan mengatakan laporan keuangan BUMN 2025 akan dijadikan dasar untuk mengembangkan nilai setiap perusahaan milik negara hingga 2029. Dengan demikian, Rosan optimistis target deviden pada akhir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto senilai Rp 165 triliun dapat terealisasi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui telah memberikan instruksi kepada BPI Dnanatara untuk merampingkan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 unit menjadi sekitar 200 sampai 240 unit. Selain itu, Kepala Negara meminta Danantara mengelola seluruh perusahaan pelat merah dengan standar yang lebih tinggi.
Prabowo menilai, tingkat pengembalian atau return investasi BUMN yang saat ini cenderung berada di rentang 1–2%. Menurut dia, return ini harus ditingkatkan secara signifikan agar sejalan dengan standar perusahaan global.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga meminta manajemen Danantara agar mengelola BUMN dengan standar bisnis internasional, termasuk dalam hal tata kelola, efisiensi, dan kualitas sumber daya manusia. "Saya sudah ubah aturan agar ekspatriat atau non-WNI bisa memimpin BUMN. Saya sangat antusias dengan perubahan ini," ujar Prabowo.
Di sisi lain, Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan sebanyak 15% dari total dividen yang diperoleh Danantara tahun ini akan dialokasikan untuk program perdananya, yakni proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy. Adapun proyek tersebut akan diluncurkan dalam bulan ini.
Pandu mengatakan, Danantara sedang mencari mitra yang tepat untuk berinvestasi pada proyek strategis milik lembaga holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Ia menyatakan Danantara ingin menemukan kemitraan terbaik.
"Kami ingin menggandeng pemain baik regional maupun global yang memiliki rekam jejak yang terbukti, yang dapat membantu kami memberi nilai, pengetahuan dan yang terpenting memberi imbal hasil," kata Pandu dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta pada Rabu (15/10).
