PGEO Rombak Jajaran Pengurus, Ahmad Yani Ditunjuk Jadi Direktur Utama
Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan perombakan terhadap susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat penting tersebut mengangkat Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menggantikan Julfi Hadi.
Pergantian pucuk pimpinan ini dilakukan setelah Julfi menyampaikan surat pengunduran diri yang diterima perusahaan pada 25 November 2025. Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGEO. Posisi tersebut kini diisi oleh Andi Joko Nugroho.
Komisaris Utama PGEO Gigih Udi Atmo menyatakan penunjukan Ahmad Yani merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan bisnis dan pencapaian target perseroan.
“Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih dalam keterangan resmi dikutip Rabu (21/1).
Mengutip keterangan resmi PGEO, Ahmad Yani sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi sejak 2023. Dia dikenal memiliki pengalaman mendalam di industri panas bumi, khususnya di Pertamina Group.
Selama menjabat, ia berkontribusi pada peningkatan keandalan operasi, efisiensi pembangkitan, serta pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGEO.
Pada 2025, ia turut mengantar PGEO mencapai rekor produksi tertinggi. Ahmad juga mendorong akselerasi inovasi teknologi panas bumi, antara lain lewat pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan Flow2Max dan G-Bionic.
Ahmad Yani juga telah menyampaikan komitmennya untuk menjaga kesinambungan visi strategis perseroan, sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional.
Menurutnya, momentum transformasi energi saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat pengembangan panas bumi. PGEO menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033.
“Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060,” ujar Ahmad.
Berikut susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PGEO terbaru:
Susunan Komisaris
- Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
- Komisaris: John Anis Komisaris : Abdulla Zayed
- Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
- Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah
Susunan Direksi
- Direktur Utama: Ahmad Yani
- Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
- Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
- Direktur Keuangan: Yurizki Rio
Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (21/1) harga saham PGEO ditutup turun 1,18% atau 15 poin ke level 1.260. Sementara itu, dalam tiga bulan terakhir harga sahamnya turun 3,45%.
