Emiten Low Tuck Kwong MYOH Perluas Usaha, Masuk ke Bidang Properti

Karunia Putri
26 Januari 2026, 09:52
Low Tuck Kwong, samindo, properti
Forbes Asia/Muhammad Fadli
Low Tuck Kwong
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pengusaha batu bara Low Tuck Kwong mulai memperluas gurita bisnisnya ke sektor real estat. Diversifikasi ini dilakukan melalui perusahaan jasa pertambangan batu bara miliknya, PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Melalui MYOH, Low membentuk anak usaha baru bersama PT Trasindo Murni Perkasa. Entitas tersebut diberi nama PT Sentra Terra Indonesia yang akan fokus menggarap bisnis properti dan sektor penunjang lainnya.

Corporate Secretary MYOH Ahmad Zaki Natsir menjelaskan, PT Sentra Terra Indonesia resmi didirikan pada 23 Januari 2026 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor AHU-0006175.AH.01.01.TAHUN 2026 pada tanggal yang sama.

Ia menyebutkan, entitas baru ini akan menjalankan kegiatan usaha di bidang real estat, konstruksi, penyediaan makanan dan minuman, serta berbagai aktivitas penunjang lainnya.

Dari sisi kepemilikan, MYOH menggenggam mayoritas saham PT Sentra Terra Indonesia, yakni sebanyak 2.697.300 saham atau setara 99,9% dari total saham beredar. Sementara itu, PT Trasindo Murni Perkasa memiliki 2.700 saham atau sekitar 0,1%.

“Pendirian STI akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis perseroan, khususnya dalam diversifikasi usaha di bidang properti dan penunjang lainnya,” ujar Ahmad dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (26/1).

Adapun MYOH merupakan entitas bisnis milik Low yang bergerak di bidang investasi jasa penambangan baru bara dan pertambangan. Sebagai pemilik, Low Tuck Kwong juga tercatat menjadi pemegang saham mayoritas MYOH, yakni sebesar 312,78 juta saham MYOH atay setara dengan 14,18 dari sahamnya yang beredar. 

Sementara itu St International Corporation tercatat sebagai pengendali MYOH yang menggenggam sebanyak 1,30 miliar saham atau setara dengan 59,03%. Sementara publik memiliki sebanyak 26,79% saham MYOH.

Hingga kuartal ketiga 2025, MYOH mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 37,67% menjadi US$ 11,35 juta atau setara dengan Rp 189,51 miliar dari US$ 18,21 juta secara tahunan. 

Anjloknya laba bersih MYOH terjadi karena pendapatan perseroan yang berkurang sepanjang periode Januari - September 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan menurun dari US$ 135,62 juta menjadi US$ 122,19 juta secara yoy. 

Adapun pendapatan perseroan berasal dari jasa pemindahan tanah dan pengambilan batu bara sebesar US$ 65,55 juta, jasa pengangkutan batu bara sebesar US$ 31,57 juta, jasa penyewaan kendaraan dan layanan lainnya sebesar US$ 23,60 juta dan jasa pengeboran, eksplorasi dan lainnya sebesar US$ 1,46 juta. 

Sementara itu MYOH mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi US$ 100,57 juta dari US$ 104,84 juta secara tahunan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...