BSI (BRIS) Cetak Laba Bersih Naik 8% Jadi Rp 7,57 Triliun sepanjang 2025

Karunia Putri
6 Februari 2026, 16:12
BSI BRIS
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Pegawai berjalan di depan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp 7 triliun. Kinerja laba perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan bank atau fee based income sebesar 25,06% menjadi Rp 6,89 triliun secara tahunan. 

Berdasarkan paparan publik yang disampaikan pada Jumat (6/2), BSI membukukan pendapatan margin dan bagi hasil naik dari Rp 25,21 menjadi Rp 28,17 triliun. 

BSI mencatat penyaluran pembiayaan tumbuh 14,49% secara tahunan menjadi Rp 318,84 triliun, dari sebelumnya Rp 278,48 triliun. Total aset BSI juga naik 11,64% menjadi Rp 456 triliun. Sementara tabungan tumbuh 15,7% menjadi Rp 163 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan bisnis BRIS, khususnya tabungan, didorong oleh adanya peningkatan di tabungan haji dan tabungan emas. Selain itu, dia menyatakan BSI sudah resmi menjadi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru setelah menyandang status persero, yang memiliki lisensi bullion bank yang didapatkan pada Februari 2025.

“Mudah-mudahan dengan BSI sebagai BUMN baru bisa memberikan solusi yang lebih lengkap kepada masyarakat Indonesia dan mendorong perekonomian dan peta pembangunan Indonesia,,” katanya dalam paparan publik kinerja kuartal IV BRIS, Jumat (6/2). 

Dia menyatakan, ke depan, BSI akan fokus pada segmen konsumen dan ritel dengan memanfaatkan wholesale corporate sebagai pintu masuk ke supply chain-nya. 

Rasio non-performing financing (NPF) gross BSI turun 0,09% menjadi 1,81%. Sementara itu, NPF net juga turun 0,03% secara tahunan menjadi 0,47%. Dari sisi pendanaan, BSI juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,20% YoY, mencapai Rp 380 triliun hingga kuartal IV 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...