Siapa Kuasai Tender WtE Danantara Bali dan Bekasi? Ini Profil Pemenang Proyeknya

Nur Hana Putri Nabila
6 Maret 2026, 14:14
Alat berat danantara
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU
Alat berat memindahkan sampah di kawasan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant, TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/3/2025). Pemprov DKI menyatakan dengan beroperasinya RDF di Bantar Gebang dan Rorotan yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif akan berdampak pada penurunan volume sampah di Jakarta dari sebelumnya 8.000 ton perhari menjadi 5.000-6.000 ton perhari.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia resmi mengumumkan dua mitra terpilih untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama untuk dua kota. Proyek WtE pertama akan dijalankan di Bekasi dan Denpasar.

Danantara menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi. Lalu Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. untuk operator proyek di Denpasar. 

Langkah ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 dan menjadi bagian dari program WTE yang bertujuan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan. Aksi ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) hingga mendorong pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

Namun Danantara belum mengumumkan pemenang konsorsium yang akan digandeng oleh mitra asing itu. Para operator diwajibkan membentuk konsorsium bersama badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia untuk mendorong transfer teknologi. 

Direktur Investasi Danantara Investment Management Fadli Rahman mengatakan sebelumnya terdapat 9 perusahaan yang telah ikut mengajukan proposal untuk proyek WtE tahap satu. Namun dari 4 kota baru dua yang diumumkan. Dua kota lainnya yaitu Bogor dan Yogyakarta akan diumumkan belakangan lantaran masih dalam finalisasi. 

Lalu bagaimana layar belakang perusahaan asing yang dinyatakan menang proyek WtE untuk Denpasar dan Bekasi?

Profil Wangneng Environment Co., Ltd

Wangneng Environment Co., Ltd. merupakan perusahaan asal Tiongkok yang berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 2012 dan bergerak di berbagai bidang pengelolaan lingkungan. Mulai dari pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, hingga daur ulang karet.

Saat ini Wangneng Environment memiliki 98 perusahaan, termasuk lima anak usaha di luar negeri yang berlokasi di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura. Dalam bisnis Waste-to-Energy (WtE), perusahaan ini mengubah limbah, terutama limbah padat, menjadi energi listrik atau panas melalui berbagai proses seperti pembakaran, gasifikasi, hingga teknologi biologi.

Melalui sejumlah proyek instalasi pengolahan limbah yang telah dibangun, Wangneng mengklaim mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun. Dengan asumsi konsumsi listrik rumah tangga kecil-menengah di Indonesia, produksi tersebut diperkirakan dapat memasok kebutuhan listrik sekitar 2,53 juta rumah tangga setiap tahun.

Profil Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd 

Di samping itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. bukan pemain baru di Indonesia. Perusahaan ini sebelumnya telah masuk dalam daftar penyedia sebagai salah satu pemasok atau calon mitra untuk proyek lingkungan Waste-to-Energy (WtE).

Melalui anak usahanya, Weiming Equipment, perusahaan asing itu pernah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan perusahaan Indonesia dengan Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park. Kerja sama ini menjadi bagian dari kolaborasi ekspor teknologi lingkungan.

Di Tiongkok, Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasi WtE. Bisnisnya mencakup desain, investasi, pembangunan, serta pengoperasian fasilitas WtE, termasuk manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pembangkit listrik dari pengolahan sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW).

Pada 2023, Weiming Environment menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, sebagian besar berasal dari pembangkit berbasis WtE. Perusahaan ini juga pernah menawarkan investasi sekitar US$ 225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dan skema Build-Own-Operate (BOO) WtE. 

Selain itu, Weiming juga sempat menjajaki penggunaan teknologi insinerasi di rencana proyek TPPAS Cirebon Raya serta melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...