Intip Rapor Kuartal I Waskita Karya (WSKT)-WSBP, Siapa Makin Bengkak Ruginya?

Karunia Putri
23 April 2026, 12:20
Waskita Karya
ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/foc.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun jembatan satwa di ruas tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung untuk memberi perlindungan bagi satwa endemik.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dua emiten pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan anak usahanya PT Waskita Beton Tbk (WSBP), baru saja menyampaikan laporan keuangan kuartal pertama perseroan. Performa finansial kedua perseroan pada periode tersebut sama-sama menunjukkan kerugian. 

WSKT selaku induk usaha mencatatkan rugi sebesar Rp 778,849 miliar. Jumlah tersebut menyusut 42,7% dibandingkan dengan rugi perseroan di periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 1,36 triliun.

Merujuk laporan keuangan triwulan I 2026, WSKT menyebut salah satu penyebab turunnya rugi perseroan karena adanya kenaikan signifikan terhadap pendapatan perseroan. WKST mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,09 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,35 triliun secara tahunan atau year on year (YoY).  

Segmen jasa konstruksi masih menjadi tulang punggung bisnis WSKT dengan perolehan pendapatan sebesar Rp Rp 1,6 triliun. Kemudian, segmen pendapatan jalan tol sebesar Rp 322,77 miliar, penjualan precast sebesar Rp 102,89 miliar, dan pendapatan hotel Rp 22,97 miliar. Sementara pendapatan di segmen properti sebesar Rp 26,01 miliar, pendapatan infrastruktur lainnya sebesar Rp 19,16 miliar, dan pendapatan dari sewa gedung sebesar Rp 2,19 miliar. 

Seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan, beban pokok pendapatan WSKT juga meningkat menjadi Rp 1,92 triliun dari Rp 1,09 triliun secara tahunan. Alhasil, laba bruto perseroan tercatat sebesar Rp 175,06 miliar selama tiga bulan perdana tahun ini.   

Setelah dikurangi dengan beban administrasi, beban pajak dan lain-lain, perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp 775,31 miliar. Adapun rugi per saham perseroan sebesar Rp 23,54 dari Rp 43,2 secara YoY.

Rapor minus ditunjukkan oleh anak usaha WSKT,  yaitu WSBP. Perseroan justru membukukan pembengkakan rugi menjadi Rp 144,70 miliar dari Rp 87,40 miliar. Artinya, rugi WSBP melonjak 65,56% dalam periode tahunan. 

Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 395,09 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Jumlah tersebut naik tipis dari pendapatan perseroan pada periode sebelumnya sebesar Rp 394,70 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari kontribusi tiga lini bisnis utama perseroan, yaitu segmen beton precast, beton readymix and quarry, serta jasa konstruksi yang menjadi penggerak operasional perusahaan.

Kontribusi terbesar berasal dari jasa konstruksi sebesar Rp 155,46 miliar atau 39,35%, disusul beton precast Rp 142,86 miliar (36,16%) dan readymix serta quarry Rp 96,77 miliar (24,49%). Dari sisi profitabilitas, WSBP mencatatkan laba kotor Rp 49,39 miliar.

“WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto dikutip dari keterangan resmi, Kamis (23/4).

Pendapatan WSBP ditopang oleh sejumlah proyek strategis, antara lain proyek jalan tol Palembang–Betung, Marunda Expansion Phase 3, hingga proyek jalan tol Probolinggo–Banyuwangi.

Di sisi biaya, WSBP berhasil menekan beban penjualan sebesar 20,99% menjadi Rp 23,44 miliar serta beban umum dan administrasi turun 22,34% menjadi Rp 82,73 miliar secara tahunan.

Ke depan, perseroan berkomitmen meningkatkan produktivitas dan optimalisasi aset, serta menjaga kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian proyek. WSBP juga menegaskan akan terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko untuk menjaga keberlanjutan usaha.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...