BCA Bakal Tebar Dividen Interim di Kuartal 2, Dibagikan 3 Kali Tahun Ini
Perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal mulai membagikan dividen interim pertama tahun ini pada kuartal kedua. Perseroan berencana membagikan dividen interim tiga kali dalam satu tahun.
Direktur Keuangan BBCA Vera Eve Lim mengatakan, pada tahun ini BBCA akan membagikan dividen dengan payout ratio 72%, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 68%.
“Benar kita akan melakukan pembayaran dividen interim. Biasanya kita lakukan (pembagian dividen interim) di bulan desember. Mulai tahun ini kita akan melakukan setiap kuartalan,” kata Vera dalam paparan publik kuartal I 2026 BBCA, Kamis (23/4).
Dia menjelaskan, pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 akan dimulai dari kuartal kedua, kemudian dilanjutkan pada kuartal ketiga dan kuartal keempat. Total pembagian dividen interim akan dilakukan tiga kali dalam setahun.
Sebelumnya, bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 41 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen ini telah disetujui. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 281 per saham.
Angka ini mencerminkan dividend yield sekitar 4% berdasarkan harga saham BBCA pada perdagangan intraday di kisaran Rp 6.950 per saham pada Kamis (12/3).
Laba Bersih Rp 14,7 Triliun Kuartal I 2026
BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendorong pertumbuhan kredit.
Total kredit BCA tumbuh 5,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 994 triliun. Pertumbuhan ini didukung pendanaan yang solid, terutama dari dana giro dan tabungan (CASA) yang mencapai Rp 1.089 triliun atau naik 11,2% yoy.
“Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan atau CASA sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% year on year,” ujar EVP Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam paparan kinerja kuartal I 2026, Kamis (23/4).
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, kinerja awal tahun ini turut dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri.
Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi segmen produktif yang mencapai Rp 760,2 triliun atau tumbuh 7,8% yoy. Sementara itu, pembiayaan ke sektor berkelanjutan yang mengacu pada prinsip environmental, social and governance (ESG) meningkat 10% yoy menjadi Rp 258,4 triliun, setara 26% dari total portofolio kredit.
Kredit UMKM juga mencatatkan pertumbuhan 12% yoy menjadi Rp 146 triliun. Adapun pembiayaan hijau (green financing) tumbuh 7,7% yoy menjadi Rp 113 triliun, didorong antara lain oleh penyaluran ke sektor energi baru dan terbarukan yang melonjak 53,5% yoy.
“BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” ujar Hendra.
Kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) sebesar 5,1% dan non-performing loan (NPL) 1,8%. Rasio pencadangan juga berada pada level kuat, dengan coverage LAR sebesar 69,7% dan NPL mencapai 174,6%.
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BCA sebesar Rp 1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% yoy.
