Mengukur Akuisisi Saham Ojol oleh Danantara, Seperti Apa Dampaknya?

Karunia Putri
4 Mei 2026, 11:28
Pengemudi ojek online (ojol) membawa penumpang di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pemerintah menetapkan besaran Bonus Hari Raya atau BHR untuk mitra pengemudi taksi online dan ojol yakni 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan
Katadata/Fauza Syahputra
Pengemudi ojek online (ojol) membawa penumpang di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pemerintah menetapkan besaran Bonus Hari Raya atau BHR untuk mitra pengemudi taksi online dan ojol yakni 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mengakuisisi sebagian saham perusahaan aplikasi ojek online (ojol) dinilai bukan hal yang mengejutkan. Hal itu dinilai bagian dari penguatan ekosistem. 

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai langkah Danantara untuk membeli saham aplikator ojol cukup masuk akal. Menurut dia, pengemudi ojek online di Indonesia merupakan kekuatan politik yang signifikan.

Dengan jumlah yang besar, tingkat solidaritas tinggi serta kemampuan untuk bergerak dan berkumpul secara cepat, kelompok ini dinilai dapat menjadi kekuatan yang berpengaruh baik secara sukarela maupun tidak.

“Dengan jumlah sekitar 4 juta pengemudi di Indonesia, mereka merupakan kelompok besar yang terorganisasi dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi opini publik, memprotes kebijakan pemerintah, serta berdampak pada hasil pemilihan umum,” ujar Harry dalam keterangannya, dikutip Senin (4/5).

Sebelumnya, rencana akuisisi saham aplikator ojol oleh lembaga pengelola investasi negara itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, langkah tersebut bertujuan menurunkan potongan komisi yang selama ini dibebankan kepada pengemudi.

Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 telah menetapkan penurunan potongan komisi pengemudi ojol dari kisaran 10%-20% menjadi maksimal 8%.

“Langkah paling pertama (setelah akuisisi) adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya aplikator mengambil 20 atau 10 persen menjadi hanya delapan persen,” kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (1/5).

Dasco menambahkan, penyesuaian kebijakan perusahaan akan dilakukan secara bertahap setelah proses akuisisi. Saat ini, pemerintah masih mengkaji status hubungan kerja antara perusahaan aplikator dan para pengemudi ojol.

“Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk,” ujarnya.

Prabowo sebelumnya mengumumkan kebijakan penurunan potongan komisi tersebut saat berpidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5).

“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen,” ujar Prabowo.

Presiden menyebut kebijakan ini diambil untuk melindungi hak para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja keras dan menghadapi risiko tinggi di jalan. Menurut dia, skema pembagian hasil yang berlaku selama ini belum memberikan rasa keadilan bagi para pengemudi.

Danantara pun telah merespons hal yang disampaikan Dasco. Danantara menyatakan bahwa pihaknya mengevaluasi beragam peluang

“Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,” kata Tim Komunikasi Danantara dalam keterangan tertulis kepada Katadata, Jumat (1/5).

Danantara menyatakan akan tetap disiplin dalam menilai peluang sesuai tahapan investasi yang telah ditetapkan. "(Penilaian peluang) berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang," kata Tim Komunikasi, menambahkan. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...