Momentum 8 Dekade BNI, Fondasi Bisnis Kian Kokoh Lewat Transformasi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memanfaatkan momentum peringatan 80 tahun atau 8 dekade berdirinya untuk memperkuat transformasi bisnis. Langkah tersebut menjadi strategi perseroan dalam meningkatkan daya saing sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah perubahan industri perbankan.
Mengusung tema HUT ke-80 "Swadharma Bhakti Nagara", transformasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari penguatan layanan digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan, hingga penguatan manajemen risiko. Upaya tersebut juga sejalan dengan arah penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengatakan transformasi yang dijalankan tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi perusahaan agar mampu menghadapi dinamika industri dan menangkap peluang baru.
"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan. Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional," ujar Paolo dalam keterangan resmi, Senin (29/6).
Pada bisnis ritel, BNI terus mengembangkan aplikasi wondr by BNI sebagai platform layanan digital. Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah. Meningkatnya aktivitas transaksi melalui platform itu turut mendorong pertumbuhan tabungan ritel sekaligus memperkuat dana murah atau current account saving account (CASA) perseroan.
Di segmen wholesale banking, BNI juga memperkuat layanan BNIdirect yang menyediakan berbagai solusi transaksi bagi nasabah korporasi, mulai dari cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect meningkat lebih dari 25% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga mendukung pertumbuhan giro korporasi dan kualitas layanan transaksi bisnis.
Transformasi tersebut tercermin pada kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun. Pada saat yang sama, kualitas aset juga membaik, ditandai dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto yang turun menjadi 1,9% serta loan at risk (LaR) yang membaik menjadi 8,5%.
Tren positif berlanjut hingga tahun ini. Per akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.063,92 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp9,05 triliun, sementara posisi permodalan tetap solid dengan total ekuitas mencapai Rp160,99 triliun.
Paolo menilai fondasi bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," ungkap Paolo.
BNI juga memandang penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia akan mendukung upaya perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta mengoptimalkan penciptaan nilai melalui pengelolaan investasi yang lebih terintegrasi.
Ke depan, perseroan akan melanjutkan agenda transformasi untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Bertepatan dengan momentum delapan dekade pengabdian kepada negeri, BNI optimistis dapat terus memperkuat kinerja, menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan negara sejalan dengan semangat "Terus Mengabdi untuk Terus Melayani".
