Bank Sampoerna Perluas Akses Pembiayaan Multiguna Berbasis Agunan Properti
PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan melalui. Terobosan terbaru dengan mengembangkan PDaja.com, platform pembiayaan digital berbasis agunan properti yang menawarkan solusi pendanaan secara mudah, fleksibel, dan inklusif.
Chief ESME Bank Sampoerna Rudy Mahasin mengatakan, masyarakat yang memiliki aset properti, seperti rumah, ruko, atau gudang dapat memanfaatkan aset tersebut untuk memperoleh pembiayaan melalui PDaja.com. Layanan tersebut menjangkau segmen individu hingga pelaku usaha.
Sebagai upaya memperluas pasar, Bank Sampoerna pun turut aktif dalam event Jakarta Kreatif Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu dan Minggu (4-5/7) lalu. Pada kesempatan tersebut Bank Sampoerna membuka layanan walk in bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi sekaligus mengajukan pembiayaan melalui PDaja.com.
“Bank Sampoerna hadir di Jakarta Kreatif Festival 2026 untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta melalui opsi pendanaan bagi pengembangan usaha UMKM dan kebutuhan multiguna,” ujar Rudy.
Pada kegiatan tersebut, Bank Sampoerna menghadirkan berbagai aktivitas di booth, antara lain konsultasi gratis mengenai solusi pendanaan, hingga program apresiasi pengunjung berupa pemberian merchandise dan voucher belanja. Inisiatif tersebut sekaligus bertujuan untuk memperkenalkan pembiayaan yang inklusif untuk membantu masyarakat mengelola arus kas secara lebih optimal.
Rudy menjelaskan platform PDaja.com menggunakan skema Pinjaman Rekening Koran (PRK) yang memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menarik dana sesuai kebutuhan. Selain itu bunga hanya dikenakan atas dana yang digunakan.
Melalui skema tersebut, nasabah dapat memilih berbagai produk sesuai kebutuhannya. Selain itu, PDaja.com juga melayani kebutuhan pembiayaan korporasi melalui Distributor Financing yang membantu perusahaan mengelola pembiayaan tagihan (invoice) dengan distributor atau mitra usaha, serta Payroll Loan yang memberikan akses pembiayaan kepada karyawan melalui perusahaan.
“Kami meyakini bahwa kemudahan dan fleksibilitas akses permodalan merupakan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Rudy.
