PGEO Bidik Laba Bersih Capai US$160 juta di 2026
PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menargetkan capaian laba bersih perusahaan mencapai US$ 150-160 juta atau Rp 2,3-2,88 triliun sepanjang 2026. Berdasarkan laporan perusahaan di paruh pertama tahun ini, PGEO sudah mencetak laba US$ 79,61 juta.
“Kalau target mungkin laba bersih kami sekitar US$ 150-160 juta. (Hitungannya capaian) semester 1 dikali dua, kurang lebih levelnya,” kata Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam media briefing di Jakarta, Selasa (4/8).
Frans menyebut perusahaan menargetkan agar pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan bisa tumbuh hingga dua digit persentase di akhir tahun nanti.
Sementara itu untuk pendapatan yang diperoleh perusahaan mencapai US$ 455 juta sepanjang tahun ini. Pada semester pertama 2026, PGEO telah membukukan pendapatan sebanyak US$ 235 juta, naik 14,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sambil kami melihat sampai sejauh mana pengolahan aset integritas, dan kegiatan perawatan (aset) yang akan dilakukan sampai akhir tahun,” ujarnya.
Kinerja Perusahaan
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan hingga semester I-2026, total produksi PGE mencapai 2.745 GWh, meningkat 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh.
Dari segi permodalan, ekuitas Perseroan tercatat sebesar US$ 2,006 miliar pada kuartal II-2026. Perusahaan menyebut ini mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba.
Di sisi lain, liabilitas Perseroan justru turun 2,80% dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi US$ 961,184 juta, penurunan yang berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan PGE per 30 Juni 2026 tercermin dari sejumlah indikator, sebagai berikut:
- Pendapatan : US$ 235,027 juta
- Laba Bersih : US$ 79,607 juta
- Total Aset : US$ 2,967 miliar
- Ekuitas : US$ 2,006 miliar
- Kas dan Setara Kas : US$ 656,634 juta
