Inflasi 2014 Mencapai 8,36 Persen
KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Desember mencapai 2,46 persen. Secara total laju inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen.
Tingginya laju inflasi tahun lalu, lebih besar disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada November, yang berdampak sangat besar pada inflasi Desember.
Dalam data BPS, terlihat bahwa bensin menjadi komoditas dengan sumbangan inflasi tertinggi pada 2014, yakni sebesar 1,04 persen. Kemudian diikuti oleh tarif listrik 0,64 persen, tarif angkutan dalam kota 0,63 persen, cabai merah 0,43 persen, dan beras 0,38 persen.
"Dibanding 2013 lebih rendah sedikit. Walaupun sama-sama ada efek dari kenaikan harga BBM, pada 2013 inflasi 8,38 persen," kata Kepala BPS Suryamin, saat mengumumkan data inflasi di kantornya, Jumat (2/1).
Inflasi 2014 jauh lebih tinggi dari asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, sebesar 5,3 persen. Bahkan dengan adanya kenaikan harga BBM, laju inflasinya juga berada diatas prediksi Bank Indonesia sebesar 8,1 persen ? 8,2 persen.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memperkirakan inflasi Desember 2014 berada pada kisaran 2,1 sampai 2,2 persen. Angka tesebut berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia sampai minggu ketiga Desember 2014.
Menurut Agus inflasi Desember 2014 merupakan yang tertinggi di tahun ini. Ini disebabkan kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada pertengahan November lalu.
"Karena dari total 2,1 persen - 2,2 persen, dampak kenaikan BBM sendiri mungkin ada di 0,6 persen. Selebihnya adalah tadi terkait volatilitas harga makanan," kata Agus.

