Harga Minyak Meroket, Inflasi November Tertinggi Sejak Awal Tahun

Abdul Azis Said
1 Desember 2021, 11:44
bps, inflasi, harga minyak, harga telur, tiket pesawat
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.
Pedagang sayur menunggu pembeli di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/6/2021).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) November inflasi tinggi 0,37% secara bulanan (month-to-month/mtm) atau naik dibandingkan bulan sebelumnya 0,12%. Penyebab utamanya yaitu kenaikan harga minyak.

Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan, IHK November mencatatkan inflasi tahunan 1,75%. Ini juga lebih tinggi dibandingkan Oktober 1,66%. Sedangkan inflasi tahun kalender 1,3%.

Advertisement

"Secara bulanan maupun tahunan, inflasi November merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini," kata Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers secara virtual, Rabu (1/12).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan inflasi terutama didorong oleh kategori makanan, minuman dan tembaku. Kenaikan harga di kelompok ini 0,84% secara mtm, dengan andil 0,21%.

Komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi yakni minyak goreng 0,08%. Selain itu, telur ayam ras dan cabai merah yang memberi andil 0,06%.

Penyumbang terbesar terhadap inflasi lainnya yakni kelompok transportasi 0,51%, dengan andil 0,06%. Penyebab utamanya karena kenaikan tarif angkutan udara atau tiket pesawat.

Kemudian inflasi kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga  0,14% dengan andil 0,03%. Utamanya, karena harga sewa rumah dan kontrak rumah yang naik dengan andil 0,01%.

Berdasarkan komponen pembentuknya, komponen harga bergejolak (volatile food) mencatatkan inflasi 1,19% mtm dengan andil 0,2%. Inflasi tahunannya 3,05%, terutama karena harga minyak goreng dan telur ayam ras.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement