IMF Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 5,3%

Abdul Azis Said
27 Juli 2022, 08:20
Ilustrasi IMF
123rf/maksym yemelyanov

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,3%. Perekonomian global juga memasuki periode perlambatan di tengah risiko resesi di sejumlah negara.

Indonesia menjadi salah satu negara yang proyeksi ekonominya tahun ini dipangkas. Proyeksi terbaru IMF ini lebih rendah 0,1 poin persentase dibandingkan perkiraan bulan April. Ini merupakan pemangkasan kedua kalinya sejak awal tahun setelah perkiraan April juga sudah direvisi ke bawah 0,2 poin presentasi.

Advertisement

Prospek ekonomi domestik tahun depan bahkan dipangkas lebih dalam 0,8 poin persentase menjadi 5,2%. Ini berarti pertumbuhan tahun depan bakal melambat.

Revisi ke bawah pada pertumbuhan Indonesia tersebut seiring perlambatan ekonomi dunia tahun ini. IMF memangkas prospek pertumbuhan dunia tahun ini 0,4 poin persentase menjadi 3,2% dan akan melambat menjadi 2,9% pada tahun depan. Pertumbuhan tahun ini bahkan hampir separuh dari realisasi pertumbuhan tahun lalu di 6,1%. 

"Ekonomi global yang masih belum pulih dari pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina, menghadapi prospek yang semakin suram dan tidak pasti," kata IMF dalam laman resminya dikutip Rabu (27/7).

Prospek tahun ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan di tiga ekonomi terbesar dunia yaitu Amerika Serikat, Cina, dan kawasan euro. Perlambatan di tiga kawasan tersebut memiliki konsekuensi penting bagi prospek global.

Ekonomi Cina diramal hanya tumbuh 3,3% pada tahun ini, dipangkas 1,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan tahun depan bakal menguat menjadi 4,6%, tetapi ini pun juga sudah dipangkas 0,5 poin persentase dari perkiraan sebelumnya. Lesunya perekonomian Cina dipengaruhi kebijakan penguncian wilayah dan krisis di sektor real estate yang makin dalam.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement