Daftar Harga Komoditas yang Berpotensi Jeblok Tahun Depan

Abdul Azis Said
27 Oktober 2022, 15:44
harga batu bara, harga komoditas, bank dunia
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Bank Dunia memperkirakan harga batu bara akan turun 25% pada tahun depan.

Bank Dunia meramalkan harga sejumlah komoditas akan menurun pada tahun depan seiring meningkatnya risiko resesi global. Penurunan cukup signifikan akan terlihat pada harga batu bara, gas alam, minyak kelapa sawit, pupuk, dan beberapa komoditas bahan logam, dan mineral.

Harga energi dalam denominasi dolar AS akan turun 11,2% pada tahun depan dan kembali turun sebesar 12% pada 2024. Penurunan ini terutama dikarenakan perlambatan ekonomi dunia, permintaan dari rumah tangga dan industri terhadap gas alam menurun, serta faktor peningkatan produksi batu bara. Meski demikian, Bank Dunia melihat harga energi tahun depan masih akan 50% lebih tinggi dari rata-rata harga lima tahun terakhir.

Harga minyak mentah dunia turun karena berkurangnya permintaan seiring lesunya perekonomian. Sanksi terhadap ekspor minyak Rusia serta pemangkasan produksi minyak OPEC+ akan menyebabkan pasar minyak global masih ketat. Namun, risiko ini dikompensasi oleh peningkatan produksi minyak di beberapa negara, terutama di Amerika Serikat.

"Konsumsi minyak diperkirakan akan terus meningkat tetapi di bawah 2% pada tahun 2023 karena Cina secara bertahap dibuka kembali, dan peralihan dari gas alam ke minyak terus berlanjut, terutama dalam pembangkit listrik," kata Bank Dunia dikutip dari laporannya Commodity Markets Outlook edisi Oktober 2022, Kamis (27/10).

Harga gas alam turun karena permintaan dari rumah tangga dan industri turun seiring lesunya ekonomi. Harga batu bara turun dari peningkatan produksi di Cina, India dan eksporter lainnya.

Bank Dunia juga memperkirakan harga komoditas nonenergi kemungkinan turun 8,1% pada tahun depan. Harga komoditas yang turun, mulai dari pertanian, pupuk, hingga bahan logam dan mineral.

Penurunan harga komoditas pertanian terutama karena panen gandum global akan lebih baik tahun depan. Di samping itu, Bank Dunia juga menyebut pasokan beras akan stabil dan ekspor biji-bijian dari Ukraina akan kembali dibuka. namun masih ada risiko, diantaranya gangguan ekspor dari Ukraina, harga energi yang masih tinggi serta faktor cuaca La Nina tahun depan.

Penurunan harga barang logam dan mineral terutama karena melemahnya permintaan global. Hal ini juga tidak lepas dari masalah di sektor properti Cina yang masih berlanjut sehingga menurunkan permintaan barang logam. Namun, harga energi yang  tinggi akan menyebabkan biaya produksi masih besar.

Mayoritas komoditas dalam laporan Bank Dunia diperkirakan turun tahun depan, kecuali bahan mentah seperti kayu yang harganya justru naik. Adapun beberapa komoditas yang akan turun harga cukup signifikan tahun depan diantaranya sebagai berikut:

  1. Harga Energi turun 11,2%
    • Harga batu bara Australia 25%
    • Harga minyak mentah Brent 8%
    • Harga gas alam Eropa 20%
  2. Non Energi turun 8,1%
    • Harga kopi, robusta 10,6%
    • Harga teh 9,7%
    • Harga minyak sawit (CPO) 17,6%
    • Harga minyak soybean 7,5%
    • Harga pupuk 12,4%
    • Harga alumunium 11,1%
    • Harga tembaga 16,1%
    • Harga bijih besi 16,7%
    • Harga timbal 9,5%
    • Harga nikel 16%
    • Harga timah 29%
    • Harga zinc 20%
    • Harga emas 4,2%



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...