Rupiah Rontok Mendekati 15.500 per US$, BI Masuk ke Pasar

Agustiyanti
8 Maret 2023, 11:35
rupiah, rupiah hari ini, rupiah melemah
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Rupiah melemah hari ini bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan pagi ini mendekati level Rp 15.500 per dolar AS akibat komentar hawkish Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Bank Indonesia memastikan masuk ke pasar guna menjaga stabilitas rupiah.

Kurs rupiah dibuka melemah 49 poin ke level Rp 15.416 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah semakin melemah ke level Rp 14.463 per dolar AS hingga pukul 11.30 WIB. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susianto menjelaskan, komentar Powell yang hawkish menyebabkan pasar memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya hingga 50 bps pada pertemuan bulan ini, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya 25 bps. Hal ini menyebabkan mata uang utama dan regional Asia melemah, termasuk rupiah. 

Adapun hawkish berasal dari kata hawk atau elang, hewan yang identik dengan sifatnya yang agresif. Hawkish di artikan dengan kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga atau memperketat kebijakan moneter karena adanya suatu hal yang harus segera direspons dan dicapai untuk menjaga stabilitas moneter.

Di sisi lain, Dovish berasal dari kata dove atau merpati,  hewan yang diidentik memiliki sifat jinak, penurut, dan lembut. Dovish diartikan sebagai  kondisi yang memungkinkan untuk melonggarkan kebijakan moneter dibandingkan sebelumnya, antara lain dengan menaikkan suku bunga lebih kecil, menunda kenaikan, atau bahkan menurunkan suku bunga.

"Tentu BI mengawal ini dengan tetap masuk pasar di spot maupun DNDF (domestic non delvery forward). Ini untuk memastikan supply demand valas berjalan dengan baik," ujar Edi dalam konferensi pers, Rabu (8/3). 

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah hari ini semata karena sentimen eksternal yakni pernyataan Powell. Sementara kondisi ekonomi di dalam negeri, menurut dia, masih sanga positif saat ini. 

Meski demikian, Edi belum bisa memastikan apakah tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Ini sangat bergantung pada hasil rapat dewan gubernur The Fed pada 22-23 Maret 2023.

"Kita lihat bagaimana hasil meeting FOMC, apakah sentimen "higher for longer" masih akan lama atau tidak," ujarnya. 

Adapun Powell muncul di depan Kongres AS dalam rangka laporan tengah tahun The Fed semalam dan hari ini. Dalam komentarnya, ia menyebut tingkat terminal rate atau puncak kenaikan suku bunga kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan awal. Hal ini seiring data inflasi dan tenaga kerja AS belakangan yang menunjukkan kondisi lebih kuat dari perkiraan. 

Pasar pun kini berekspektasi terminal rate The Fed akan mencapai 5,5%-5,75%. Powell juga menekankan bahwa The Fed bersedia kembali menaikkan laju kenaikan suku bunga jika data terbaru mendukung perlunya mengambil langkah tersebut. Seperti diketahui, The Fed sebelumnya telah memperlambat laju kenaikan suku bunganya dengan kenaikan hanya 25 bps pada pertemuan bulan lalu setelah serangkaian kenaikan bunga agresif 75 bps pada akhir tahun lalu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...