Pesan Sri Mulyani untuk Perry Warjiyo yang Jabat Periode 2 Gubernur BI
Mahkamah Agung (MA) resmi melantik Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2023-2028. Sejumlah pejabat negara hadir, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beberapa tahun terakhir menjadi rekannya selaku otoritas pengelola kebijakan makro ekonomi di bidang fiskal.
Pelantikan Perry di gelar di gedung MA, Jakarta pagi ini, Rabu (24/5). Sri Mulyani turut memberikan ucapan selamatnya atas periode kedua Perry memimpin bank sentral setelah sebelumnya juga menjadi gubernur BI periode 2018-2023.
Dalam unggahan di akun instagramnya, Sri Mulyani berpesan agar Perry bisa terus menjaga stabilitas harga, nilai tukar rupiah, dan stabilitas sektor keuangan.
"Terus berkoordinasi dengan kebijakan fiskal dan bersama menjaga stabilitas sustainabilitas dan kredibilitas kebijakan ekonomi makro Indonesia," kata Sri Mulyani dalam unggahan usai sesi pelantikan pagi ini.
Ia juga meminta bank sentral membantu pemerintah mendorong pemulihan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja dan menjaga dari risiko turbulensi dunia.
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengusulkan Perry Warjiyo sebagai calon gubernur Bank Indonesia untuk periode keduanya melalui surat presiden yang diberikan ke DPR pada Rabu (22/2). Jokowi beralasan kembali mengusulkan Perry karena mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini yang riskan jika dilakukan pergantian gubernur bank sentral.
Komisi XI DPR menggelar sesi uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test pada 20 Maret 2023 dengan hasil merestui usulan Jokowi tersebut setelah proses aklamasi. Komisi XI lalu melaporkan ke pimpinan DPR untuk disepakati pada rapat paripurna 21 Maret 2023.
Setelah proses tersebut, Perry resmi dilantik melalui pengambilan sumpah jabatan di MA pagi ini. Adapun pengangkaran Perry dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 38/B yang dikeluarkan 5 Mei lalu
Pelantikan Perry untuk periode keduanya sebagai orang nomor satu di bank sentral ini cukup unil. Sejarah mencatat, jarang ada gubernur bank sentral yang menjabat dua periode. Selama 69 tahun Bank Indonesia berdiri, baru ada dua gubernur yang menjabat hingga dua periode. Pertama, Radius Prawiro dari rentang 1966 hingga 1973. Kedua, Rachmat Saleh yang menjabat dari 1973 hingga 1983. Kedua, menjabat sebelum era reformasi.
Dalam paparannya di sesi fit and proper test Maret lalu, Perry memaparkan ada 7 strateginya memgelola kebijakan bank sentral pada periode keduanya ini, di antaranya:
- Penguatan kebijakan dan kelembagaan Bank Indonesia sebagai implementasi dari Undang-Undang P2S.
- Penguatan bantuan kebijakan BI untuk mendukung ketahanan dari dampak gejolak global dan kebangkitan ekonomi nasional.
- Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk integrasi ekosistem ekonomi-keuangan digital (EKD) dan digitalisasi rupiah dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Pendalaman pasar uang uang efektivitas kebijakan BI serta pembiayaan perekonomian berkelanjutan (green and sustainable finance).
- Sinergi kebijakan dengan pemerintah dan mitra strategis untuk hilirisasi serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau.
- Penguatan kebijakan dan sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis lainnya untuk kerjasama dan hubungan internasional.
- Transformasi kelembagaan untuk semakin memperkuat profesionalitas, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas BI.
