Inflasi Mei Kembali ke Target Usai Kenaikan BBM, Ini Kata BI

Abdul Azis Said
5 Juni 2023, 14:34
inflasi, inflasi inti, perry warjiyo
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut inflasi turun lebih cepat dari perkiraan lembaganya.

Inflasi pada Mei tercatat sebesar 4% secara tahunan, kembali ke rentang target bank sentral di 2-4%. Bank Indonesia mengklaim capain tersebut tak lepas dari kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga 225 bps serta kerja sama melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut inflasi turun lebih cepat dari perkiraan lembaganya. Perkiraan BI sebelumnya baru akan kembali ke rentang target pada kuartal ketiga mendatang. 

"Kami memang melihat komponen-komponennya inflasi inti tetap rendah dibawah 3%, itu membuktikan memang langkah untuk pengendalian permintaan dari sisi moneter cukup berhasil," kata Perry ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (5/6).

Komponen inti yang menjadi penyumbang terbesar inflasi, tercatat sebesar 2,66%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi inti di antaranya tarif kontrak rumah, sewa rumah, biaya perguruan tinggi, emas perhiasan, dan upah asisten rumah tangga. 

Selain itu, harga-harga pangan yang tercermin dari komponen harga pangan bergejolak juga tetap rendah sebesar 3,28%. Kinerja itu menurut Perry berkat koordinasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

BI memperkirakan inflasi pada akhir tahun ini akan berada di level 3,3% secara tahunan. Inflasi diperkirakan semakin terkendali tahun depan di rentang 1,5-3,5%.

Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi pada Mei mencapai 0,09% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 0,33%. Inflasi bulan lalu disumbangkan oleh kenaikan harga makanan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini menjelaskan inflasi secara tahunan pada Mei mencapai 4%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 4,33%. Sementara inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,1%.  

"Komoditas penyumbang inflasi secara bulanan terbesar pada Mei 2023 adalah bawang merah dengan andil sebesar 0,03%, daging ayam ras 0,03%, ikan segar 0,02%, telur ayam 0,02%, rokok kretek filter 0,02%, dan bawang putih 0,02%," ujar Pudji dalam konferensi pers daring hari ini.

Inflasi bulan lalu turun di semua komponennya. Inflasi inti turun menjadi 2,66%, infasi pangan bergejolak 3,28%, dan inflasi harga diatur pemerintah 9,52%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...